Pemerintah Tutup Mata, Terhadap Janda Tua dan Miskin

0
38

Palas, fajar.news.com–Mungkin pemerintah daerah dan pemerintah pusat masih tutup mata terhadap kemiskinan yang ada di Indonesia dan terhadap Mujizatin di Rt 01 Dusun Pelabuh Desa Sukaraja, Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Provinsi Lampung. Pasalnya, dirinya yang berstatus janda tua dan miskin harus menafkahi lima anaknya, Selasa (8/10).

Akibat dari kemiskinan dan ketidak mampuan dalam menafkahi kelima anaknya dirinya, harus merelakan sebanyak tiga anaknya di pungut dan dipilihara oleh krabatnya serta tetangganya. Hal itu untuk meringankan beban yang dipikulnya. Sedangkan dirinya untuk dapat makan harus ikut dengan tetangganya sebagai buruh dan upahnya hanya cukup untuk makan saja.

Sementara dalam pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Namun, dalam realisasinya roda pemerintahan yang ada di Kabupaten Lamsel belum merealisasikan amanat undang-undang tersebut.

Saat wartawan fajar-news.com, berbincang-bindang dengan Mujizatin di rumahnya yang ditinggalin puluhan tahun. Bahkan rumahnya tersebut merupakan peninggalan suaminya yang telah meninggal. Bahkan dirinya pernah diusulkan oleh Kadus setempat untuk dilakukan bedah rumah. Dan usulan tersebut tahun 2017 dan tahun 2018 diusulkan kembali namun hingga sekarang tidak ada realisasinya.

“Kalau saya ya berharap dapet bantuan bedah rumah. Kalau memperbaiki dengan uang sendiri, ya jelas mas saya gak mampu. Wong buat kebutuhan hari-hari saja kadang kurang,” ujarnya.

Ia juga menerangkan, untuk biaya sekolah anaknya saja harus kerja ikut tetangga, untuk memenuhi kebutuhan anak sekolahnya.

Kepala Desa Sukaraja Sinarti mengatakan pihaknya sudah melakukan pengajuan untuk bedah rumah, namun sampai saat ini belum terealisasi dan hanya menunggu. “Memang kemarin ada bantuan bedah rumah 2 tempat di Palas. Namun itu bukan dari desa, melainkan dari Babinsa,” kata Sinarti.

Pihaknya juga saat ini sedang melakukan pendataan bagi warga yang kekurangan yakni melalui Kepala Dusun, hal itu agar lebih jelas datanya.

Penulis : Ari
Editor : gus

Komentar Pembaca