Aksi Demo Tuntut Tidak di Berlakukannya Tiket Online

0
30

Bakauheni, fajar-news.com – Perlunya langkah cepat dari semua pihak yang berkompeten serta opetator (PT. ASDP) pelabuhan, untuk mengatasi maraknya demo dan protes terkait pemberlakuan ticket online, oleh supir angutan truk dan pegusaha jasa penyeberangan pelabuhan Bakauheni.

Apalagi dengan kondisi merebaknya Covid-19, di mana penyebaran dan penularannya sangat mudah, akibat tumpukan massa yang melakukan protes berlangsung,ungkap Kepala Kesehatan Pelabuhan kelas II Panjang yang juga membawahi pelabuhan Bakauheni, Marjunet Danoe. SKM, M.kes, Jum’at (17/4/2020).

“Jelas dalam SOP protokol kesehatan, semua masyarakat di harapkan untuk selalu menjaga jarak (physical distancing), dengan mengurangi kumpulan massa,”tandasnya menyikapi protes tersebut dari segi kesehatan dalam kondisi menjangkitnya Virus Corona.

Sementara itu melalui via selulernya, Ketua gabungan pengusaha angkutan truk Bakauheni Yusuf JTA mengatakan, pihaknya akan meminta pihak DPRD Lampung atau akan langsung ke DPR RI, u ntuk mengadukan prihal ini dan turun langsung melihat kondisi pemberlakuan online yang menimbulkan kemacetan dan keresahan bagi angkutan kendaraan khususnya supir truk yang sering melintas di pelabuban tersebut.

“Dampak dari di berlakukannya ticket online oleh pihak PT. ASDP, sering terjadi kemacetan dan antrian yang panjang di pintu masuk melalui toll gate sehingga terjadi penumpukan kendaraan,” jelas Yusuf JTA kepada fajar-news.com.

Pengusaha jasa angkutan truk (Petruk), berharap kepada pihak pelabuhan (operator), agar menunda kebijakan terkait ticket online, sebab kerezana supir angkutan dan pengusaha jasa penyeberangan, selain berdampak terjadinya kemacetan kendaraan juga akan terjadi terhadal sosial ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di dalam sektor ini,pungkasnya.

Sebelumnya di ketahui, Kamis malam pukul 22.00 wib (16/4/2020) antrian kendaraan yang mengular di pintu masuk pelabuhan Bakauheni sehingga terjadi kemacetan, membuat supir angkutan truk dan gabungan pengusaha jasa penyeberangan melakukan aksi damai protes kebijakan ticket online.

Dalam kondisi tersebutm pihak KSKP Pelabuhan bersama Polres Lampung Selatan, berupaya untuk menenangkan aksi protes tersebut, walaupun proses negosiasi cukup alot, akhirnya semua supir membubarkan diri masing masing setelah semua pintu toll gate di buka semua tanpa pemberlakuan tiket online.

Sampai berita ini di turunkan, pihak pelabuhan Bakauheni (operator) belum dapat di mintai keterangan melalui telp selulernya.(Rr)