Bayi Terkena Kangker Otak Butuh Uluran Tangan

0
162
Syabila Nadira Putri, yang terbaring di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung. (foto; rilis/P3UW)

TULANGBAWANG, fajar-news.com– Buah hati pasangan Syaiful (35) dan Sutrinah (30) yakni, Syabila Nadira Putri masih berumur 20 bulan warga Kampung Bumi Dipasena Jaya Tulang Bawang ini masih berjuang untuk bertahan hidup melawan penyakit kangker otak. Bahkan bukanya itu saja, kemalangan si bayi ini harus menderita lagi lidahnya terputus akibat tergigit saat kejang demam tinggi.

Syabila lahir dalam keluarga yang kurang mampu, kedua orang tuanya sebagai buruh tambah di di Blok 15 Jalur 3 No 03 Bumi Dipasena Abadi hanya berpenghasilan kurang dari Rp 1 juta rupiah perbuan, dengan pendapatan tersebut harus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan masih dikatakan kurang mencukupi. Bahkan kini harus membiayai buah hati yang terbaring dirumah sakit.

Dirinya (Syaiful_red) hanya bisa berdo’a dan pasrah, serta terpaksa harus mengulurkan tangan meminta bantuan kepada orang-orang dermawan, agar sang buah hati ini dapat sehat serta ceria kembali. Saat ini, Syabila masih dirawat di rumuah sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung.

Rilis yang di dapat www.fajar-news.com, Nafian Faiz, Ketua P3UW Lampung yang juga sebagai Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya Tulang Bawang, Lampung mengatakan Syabila mempunyai seorang kakak bernama Dika, saat ini harus berhenti sekolah TK, dikarenakan tidak ada yang mengurus pergi ke Sekolah.

“Orang tuanya harus mengurus Syabila di Rumah Sakit, dan sudah beberapa minggu ini meninggalkan aktivitas sebagai buruh tambak, pengelola tambak di Blok 15 Jalur 3 No 03 Bumi Dipasena Abadi,” terang Nafian.

Diceritakan Nafian, sebelumnya Syabilla mengalami koma, setelah dilakukan tindakan medis operasi, kondisi Syabila sudah sadar, dan saat ini masih di Rawat di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung.

Pengobatan Syabila menggunakan BPJS, tapi untuk membeli alat, obat dan tindakan yang lainnya, termasuk penanganan lebih lanjut berobat ke Jakarta, butuh biaya tidak sedikit.

“Yang dibutuhkan Syabila saat ini adalah Pampers ukuran S dan susu bubuk, tentu juga biaya kedua orang tuanya selama di Rumah Sakit,” ungkap Nafian.

Melalui Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Lampung mengajak kepada siapapun yang peduli kepada Syabila dengan mengirimkan donasi ke: P3UW Peduli 201401003049531 BRI KCP Rawajitu.

Dengan menambahkan 1 digit diujung nilai yang anda transfer, Contoh : Rp. 1.000.001,- angka 01 adalah akun bantuan khusus untuk Syabila, silahkan konfirmasi ke 081532712019 (WA/SMS) dengan mengirim bukti transfer.

Sumber : Rilis
Editor : Rayendra