BPBD Tanggamus Tinjau Gorong-Gorong Pekon Sukaraja Yang Rusak

0
155
Volume gorong-gorong di jalan lintas barat (Jalinbar) ruas Pekon Sukaraja, Kecamatan Gunungalip harus diperlebar sehingga saat debit air meningkat air tidak lagi menggenangi jalan dan pemukiman warga (Foto Dik)
Tanggamus Fajar-News.Com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus menilai jika volume gorong-gorong di jalan lintas barat (Jalinbar) ruas Pekon Sukaraja, Kecamatan Gunungalip harus diperlebar sehingga saat debit air meningkat air tidak lagi menggenangi jalan dan pemukiman warga. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kedaruratan Edi Nugroho mewakili Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus Romas Yadi, Senin (16/4).
Menurutnya, gorong-gorong di sisi Jalinbar Pekon Sukaraja itu sempit sehingga saat debit air disaluran irigasi meningkat air tumpah kejalan dan menggenangi pemukiman.
“Ya, solusi satu-satunya gorong-gorong yang sekarang ini dibongkar, dilebarkan lagi volumenya, dan masyarakat memang  menghendaki itu,” terangnya.
Dilanjutkannya, selain gorong-gorong diperlebar, solusi lainnya adalah membangun jembatan. Untuk itu BPBD sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Kita sudah koordinasi dengan Dinas PUPR untuk mengajukan usulan ke P2JN dalam membangun jembatan diruas Sukaraja sebab ini kewenangan pusat, kalau 2018 diajukan, kemungkaran 2019 baru dibangun,” ungkap Adi Nugroho.
Pendapat dari BPBD tersebut didukung Dinas PUPR Tanggamus, menurut Sekretaris Dinas PUPR, Okta Rizal,  dimensi gorong-gorong memang harus diperlebar lagi.
“Gorong-gorong yang sekarang ini sudah tidak mendukung lagi dimensinya, sehingga harus diperlebar, memang itu bangunan didanai dari APBN, untuk itu yang membongkarnya nanti harus P2JN, kita hanya sebatas mengusulkan,” kata Okta diamini Kabid Pengairan Bowo Nugroho.
Sementara itu, menurut Dedi warga Pekon Sukaraja, bahwa gorong-gorong yang ada saat ini sempit, dimana lebarnya hanya 1 meter 20 cm. Sehingga memang harus diperbesar lagi.
“Belum lagi kalau hujan deras selain volume air meningkat, kayu gelondongan berikut sampah juga terbawa.  Jadi memang harus diperlebar lagi sekitar 2 meter lah harusnya,” jelas dia.
Ditambahkan Dedi, bahwa masyarakat sekitar tidak butuh hanya mendengar janji-janji dari pemerintah.
“Itu gorong-gorong dibangun sekitar tahun 2009, kami tidak butuh janji, yang kami butuhkan itu realisasinya, saya harap pemerintah dapat segera mungkin melakukan pembongkaran terhadap gorong-gorong,” pungkasnya. (dik)