Bupati Lamtim Tanda Tangani Maklumat Panduan Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

0
11

Lampung Timur, fajar-news.com – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Tokoh Agama Lampung Timur sepakat dan menandatangani Maklumat bersama tentang Panduan Ibadah Ramadhan, Idul Fitri 1441 H Dan Pengendalian Pusat Perekonomian pada masa Pandemi Covid-19.

Maklumat berasana berisi 15 point tersebut di tandatangani di Aula Pemkab Lamtim, Senin (27/4/2020). Hadir dalam penandatanganan tersebut Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan, Kasdim 0429/Lamtim Mayor Joko Subroto, Asisten 1 Syahmin Saleh, Ketua MUI Lamtim Mulyono Herlambang, Ketua PDM Lamtim Budi Suharmanto, Ketua LDII Lamtim Heri Susanto.

Dijelaskan Zaiful Bokhari, beberapa isi maklumat sholat tarawih dilakukan di rumah, pelaksanaan sholat Jumat diganti dengan sholat zuhur dirumah masing-masing, sholat Id yang biasa di Masjid dan Lapangan ditiadakan sambil menunggu Fatwa MUI. Tidak melakukan kegiatan syiar yang melibatkan orang banyak baik di masjid, mushola dan tidak melakukan takbir keliling.

Selanjutnya, tidak melakukan pesantren kilat maupun kajian Islam kecuali dengan cara daring, membayar zakat mal/fitrah, infak dan sodakoh pada awal ramadhan. Pembagian zakat mengurangi kontak fisik, silaturahmi secara online. “Dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari kegiatan yang melibatkan orang banyak di pasar, terminal, pelabuhan dan pelayanan publik harus dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Zaiful Bokhari.

Sementara Ketua MUI Lamtim, Mulyono Herlambang dengan telah dikeluarkannya maklumat bersama, maka secara bersama-sama harus di taati dan di patuhi bersama. “Maklumat ini untuk menjaga keselamatan bersama, jangan di tafsir-tafsirkan yang akan menimbulkan multi tafsir sehingga membuat masyarakat bingung,” kata Mulyono Herlambang.

Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan mengatakan, setelah ditandatangani bersama maklumat tersebut akan segera mengelar apel bersama melibatkan personil TNI dan Polri. “Maklumat ini sebagai panduan untuk mencegah, memutus mata rantau, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari resiko Covid-19,” terang AKBP Wawan Setiawan. (Ydr)

Komentar Pembaca