Bupati Tanggamus Galakan Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Beraktivitas

0
109
foto; Diky

Tanggamus, fajar-news.com– Melakukan cuci tangan pakai sabun sebelum atau sesudah beraktivitas merupakan langkah sederhana dengan efek yang luar biasa untuk menjaga kesehatan. Maka dari itu gerakan mencuci tangan harus terus digalakan. Demikian dikatakan Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani SE, MM saat membuka peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Ke 11 tingkat Kabupaten Tanggamus yang dipusatkan di SMP Muhammadiyah, Gisting, Senin (15/10).

Dikatakannya, peringatan HCTPS ini adalah salah satu langkah kongkrit dalam upaya mencegah terserangnya penyakit pada anak-anak dan masyarakat Tanggamus, sebagaimana diketahui tingkat kesadaran masyarakat untuk mencuci tangan memakai sabun masih dengan air mengalir rendah.

Selain itu kegiatan cuci tangan se-dunia merupakan sebuah kampanye untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan memakai sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

“Angka kematian untuk anak-anak lebih dari 5000 anak balita penderita meninggal setiap harinya di seluruh dunia, sebagai akibat kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan.Jadi cuci tangan pakai sabun ini penting, untuk itu jangan hanya seremonial saja tapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanggamus yang sudah menginisiasi dan menggerakkan acara cuci tangan memakai sabun sedunia.

“Melalui kegiatan ini partisipasi aktif seluruh masyarakat Tanggamus untuk ikut Membiasakan perilaku sederhana, yaitu cuci tangan pakai sabun sabun di air mengalir dan pada akhirnya menjadi perilaku sehari-hari dan membudaya,” ajak bupati.

Sementara itu, Ketua TP PKK Tanggamus, Ny. Sri Nilawati Syafii, mengatakan HCTPS dilakukan serentak di 20 kecamatan se Tanggamus. Ia berharap agar semua yang hadir dapat mengambil bagian untuk menjadi pelopor perubahan perilaku dalam hal CTPS di lingkungan masing-masing guna terwujudnya masyarakat Tanggamus yang sehat.

“Menurut penelitian, dengan perubahan prilaku sederhana seperti mencuci tangan memakai sabun dapat mengurangi angka kematian terkait diare hampir 50 persen,” jelas Sri Nilawati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus Sukisno,M.Kes menjelaskan, perubahan perilaku sederhana seperti mencuci tangan pakai sabun dapat mengurangi angka kematian yang disebabkan penyakit diare hampir 50 persen. Kemudian manfaat lain mencuci tangan memakai sabun merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan ISPA. Setiap tahun sebanyak 3,5 juta anak-anak di seluruh dunia meninggal sebelum mencapai umur 5 tahun, karena penyakit diare dan ISPA.

“Dengan diadakannya kegiatan ini nantinya masyarakat Kabupaten Tanggamus mulai mengubah perilaku sederhana dengan mencuci tangan memakai sabun pada saat setelah BAB, setelah membersihkan kotoran bayi atau anak sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan dan setelah memegang unggas atau binatang dengan demikian terlahirlah generasi dan masyarakat yang sehat jasmani maupun rohaninya,” kata Sukisno.

Turut hadir dalam acara cuci tangan pakai sabun sedunia, Wakil Bupati Tanggamus Hi. A. M Syafii, Pj Sekda Hamid Heriansyah Lubis, Forkopimda, Kepala OPD, Camat dan Kepala Pekon se Kecamatan Gisting.

Penulis : Diky
Editor : Rayendra