Bupati Waykanan tinjau persiapan gedung penanganan pasien Covid 19 di RS Zainal Abidin Pagaralam

0
7

Waykanan, fajar-news.com – Bupati Waykanan tinjau langsung persiapan gedung untuk penanganan pasien Covid 19 di RS Zainal Abidin Pagaralam, Rabu (29/4/2020).

Pasalnya sudah 2 orang pasien positif COVID 19 dan keduanya di larikan ke Bandar Negara Husada di Kotabaru, lokasi isolasi pasien positiv Corona yang disiapkan Pemerintah Provinsi Lampung, untuk mendapatkan perawatan lanjutan sampai sembuh.

Saat memonitor ruangan untuk pasien positif COVID 19 Bupati Raden Adipati Surya Mengatakan, bahwa sejak Virus Corona masuk ke Indonesia, pemerintah telah menyiapkan ruangan dan fasilitas khusus untuk penanganan pasien Virus Corona di Kabupaten Waykanan.

“Sejak awal masuk Covid-19 di Indonesia, kita telah menyiapkan 5 tempat tidur untuk Kasus Terkonfirmasi/Positif, 5 tempat tidur untuk Orang Dalam Pemantauan, 5 tempat tidur untuk Pasien Dalam Pengawasan serta 5 tempat tidur untuk Orang Tanpa Gejala dalam ruangan dan fasilitas khusus tersendiri. Sementara untuk tim kita juga sedang menyiapkan 2 Dokter Spesialis, 4 Dokter Umum dan 20 Tenaga Medis”, ujar Bupati Adipati.

lebih lanjut Bupati Adipati mengatakan, setiap Dokter Spesialis akan mendapatkan insentif sebesar Rp 15 Juta, Dokter Umum mendapatkan insentif Rp Juta, perawat mendapatkan insentif Rp 7,5 Juta dan tenaga medis akan mendapatkan insentif sebesar Rp 5 Juta.

Terkait ramainya pemberitaan yang mengatakan bahwa pemerintah dan Tim Gugus Tugas dinilai lamban terhadap penanganan virus Corona, RAS menegaskan bahwa Pemerintah dan Tim Gugus Tugas telah melakukan yang terbaik sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.

“Sejak awal mereka pulang ke Way Kanan Tim Gugus Tugas langsung melakukan tes dan menyuruh untuk isolasi mandiri sesuai hasil yang didapatkan, Tim juga melakukan tes bukan hanya sekali, makanya didapatkan hasilnya 1 orang warga Baaradatu terkonfirmasi, kemudian disusul hasil tes yang kedua warga Rebang Tangkas. Dimana pasien kasus terkonfirmasi tersebut sudah dibawa ke RS rujukan,”tandasnya.

Bupati Adipati juga meminta agar masyarakat dan awak media untuk tidak panik dan mempercayai pemberitaan yang dikeluarkan oleh Tim Gugus Tugas Kabupaten maupun Kecamatan baik melalui Media Sosial Gugus Tugass atau Website Resmi Kabupaten, karena itu adalah informasi yang terpercaya.

“Saya juga akan lebih ketat memantau pemberitaan di media sosial serta meminta kepada pihak Kepolisian untuk menindak oknum-oknum yang menyebarkan pemberitaan hoax yang dapat menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat.

Saya juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Bumi Ramik Ragom untuk bersama-sama memutus rantai penyebaran Virus Corona ini dengan mematuhi aturan yang dikeluarkan, mentaati protokol kesehatan serta tidak melakukan intimidasi atau pengucilan baik terhadap korban, keluarga maupun orang-orang yang menjadi ODP, PDP dan OTG.

” Dukunglah mereka, berikan semangat kepada mereka agar segera sembuh”, tutup Adipati. (Ysr)

Komentar Pembaca