Chusnunia Melalui Virtual Meeting Pandu Musrenbang Lampung Barat

0
20

Bandarlampung, fajar-news.com – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia menghadiri Musrenbang Kabupaten Lampung Barat tahun 2020 dalam rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Lampung Barat tahun 2020 melalui Virtual Meeting, di Ruang Command Center Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Senin (13/04)

Selain Wakil Gubernur Chusnunia, hadir juga dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Taufik Hidayat, Kepala Bappeda, Kepala Dinas ESDM, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Plt. Kepala Dinas Kehutanan.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa APBD pada tahun 2021 akan mengalami penurunan pasca pandemi covid-19. Oleh karena itu, Parosil berharap Gubernur serta Wakil Gubernur Lampung bisa memberi arahan juga kebijakan terkait Musrenbang yang akan dilakukan Kabupaten Lampung Barat tahun 2021

“APBD 2021 akan mengalami penurunan pasca dari covid-19, Lampung Barat berharap besar Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung dapat memberi arahan dan kebijakan,” ucapnya.

Dalam musrenbang tersebut Pemerintah Lampung Barat juga menyatakan telah melakukan beberapa upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 diwilayahnya.

Diantaranya adalah dengan mendirikan posko dalam rangka pengawasan dan pencegahan dalam masuknya barang atau orang dari luar daerah, Memfasilitasi ruang isolasi bagi ODP (Orang Dalam Pengawasan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan), serta sudah melakukan pembagian masker dan penyemprotan disinfektan sebanyak 2 kali secara serentak di wilayah Lampung Barat.

Pemerintah Lampung Barat juga melakukan program pemberian sembako kepada 33ribu kepala keluarga yang ada di Lampung Barat dan sudah terlaksana.

Selain itu, Lampung Barat juga membuat kebijakan untuk menggratiskan pajak Rumah Makan dan Hotel, baik yang beroperasi maupun tidak.

Disisi lain, Wakil Gubernur Chusnunia memberikan arahan terkait berjalannya pemerintahan di masa pandemi Covid-19 sedang berlangsung, diantaranya adalah pentingnya sentralisasi informasi agar tidak adanya informasi yang simpang siur.

“Kita harus melakukan penanganan dengan sistematis dan komprehensif, publikasi dan komunikasi harus satu pintu. Kita juga harus dapat memanfaatkan media informatika untuk pembelajaran siswa dan mahasiswa. melaksanakan tugas pelayanan publik dan kinerja di masing – masing OPD serta Koordinasi secara intensif dari tingkat desa atau kelurahan hingga tingkat pusat,” tegasnya.

Lebih lanjut Wakil Gubernur Chusnunia juga menyampaikan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat sangat penting untuk dilakukan.

“Selain ketersediaan sembako, distribusi juga harus dilakukan dengan baik, dan yang paling penting adalah pemulihan ekonomi masyarakat dengan melakukan berbagai kegiatan padat karya dan lain sebagainya,” pungkas Wakil Gubernur. (Emr/Kmf)