DPRD Kota Metro Dapil 4 Mengelar Reses.

0
1

Metro, fajar nnews com. Bantuan untuk warga terdampak Covid-19 di Kota Metro diduga asal bagi. Lantaran data penerima bantuan tersebut, tak sesuai dengan data yang diajukan pamong. Imbasnya, pamong merasa dikucilkan warganya sendiri. Hal tersebut seperti dikatakan oleh Anggota DPRD Metro Dapil IV.

“Bantuan untuk terdampak Covid-19 itu harusnya didata kembali. Yang salah ini yang ngasih, bukan yang nerima. Karena kami (DPRD Metro) telah sepakat dari awal, untuk tidak memakai data baru dan tidak memakai data lama, tetapi memakai data dari pamong saat ini,” terang Indra Jaya, selaku Anggota DPRD Metro Dapil IV, saat reses di Jalan Unyi Metro Barat, Minggu (21/06/2020).

Lanjutnya, ia mengaku bahwa warganya yang merupakan seorang pamong di Dapil IV itu, telah mengajukan data tergolong sebagai warga terdampak covid-19. Alhasil, pamong malah dikucilkan oleh warganya sendiri.

“Terkait hal tersebut, harusnya berasal seperti dari RT atau pamong terbawah yang paham mana warga yang terdampak covid-19, untuk diajukan. Harusnya kelurahan, atau dinas itu tidak berubah datanya, seperti apa yang diajukan pamong. Imbasnya pamong dicari sama warganya, karena pamong sendiri tidak mengerti, karena apa yang telah diusulkan juga tidak ada yang diterima,” ungkapnya.

“Itu bantuan untuk yang terdampak covid-19. Jadi tidak bisa memakai data lama, karena covid-19 ini baru ada di Tahun 2020. Jadi, maksud dari terdampak covid-19 itu seperti contohnya, ada warga yang bekerja sebagai ojek, tetapi begitu covid-19 mewabah di Metro ini mengakibatkan omsetnya turun drastis, bahkan tidak bisa narik ojek lagi. Itulah yang dimaksudkan terdampak Covid-19,” tegas Indra Jaya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Deswan, selaku Anggota DPRD Metro dari Dapil yang sama. Deswan bersama Indra Jaya akan konfirmasi kepada Lurah dan Camat. Kemudian, akan melakukan lintas komisi, mengingat hal tersebut masuk dalam bidang Komisi II.

“Nantinya kami berdua akan konfirmasi dengan kelurahan dan camatnya. Kemudian kita akan melakukan lintas komisi, kita akan berikan masukkan ke komisi II, terkait permasalahan tersebut. Akan kita telusuri, seperti yang terjadi di margorejo, dan juga tidak menutup kemungkinan di daerah kelurahan atau kecamatan lain terdapat keluhan yang sama,” jelasnya. (Syafrin).

Komentar Pembaca