DPRD Lampung Pantau Perkembangan Pelabuhan Bakauheni

0
37

Bakauheni, fajar-news.com – Terkait pemberlakuan tiket online yang sudah berjalan hampir lebih kurang satu setengah bulan ini, dimana masih banyaknya keluhan serta kebingungan masyarakat dan pengemudi kendaraan yang melintas di selat sunda tersebut, menjadi perhatian anggota DPRD Lampung.

Semua terlihat lancar dan normal terlebih lagi, saat kunjungan kerjanya beberapa hari yang lalu, rombongan Komisi IV DPRD Lampung mendapatkan laporan terkait persiapan dan antisipasi wabah Virus Corona dan pemberlakuan tiket online berjalan SOP yang telah ditetapkan,ungkap Ir. Fachrorozi anggota DPRD Lampung.”

“Kami akan melihat sejauh mana dan apa yang menjadi kendala serta dimana letak dari permasalahannya, terutama di dalam pemberlakuan tiket online serta keterpaduan pengelola pelabuhan itu sendiri, karena semua sudah ada yang menjalani tugas dan pokoknya di dalam pelabuhan tersebut,tandas politisi Gerindra itu.

Kalau dirasa benar sering terjadinya antrian panjang, apalagi menimbulkan kemacetan terhadap kendaraan truk pengangkut muatan yang rentan menim bulkan kerusakan barang atau muatan akibat kurang tepat waktu jadwal pembongkarannya, serta di masa wabah seperti ini, jelas ini menjadikan masalah serius, tegasnya saat di konfirmasi melalui telp selulernya, Minggu (12/4/2020).

Sampai sejauh ini dirinya dan anggota DPRD Lampung di bidangnya masih mengumpulkan data yang akurat terkait permasalahan ini, mengingat baru beberapa hari saja rombongannya, menin jau ke pelabuhan Bakauheni tersebut, tunggulah bila dirasa perlu pihaknya akan memanggil Pihak PT. ASDP Bakauheni selaku opetator pelabuhan untuk di mintai dengar pendapatnya terkait permasalahan tersebut.ujar legislator dapil Lamsel itu.

Terkait kapan akan dilakukannya dengar pendapat, pihaknya masih belum memastikan kapan dan waktunya karena semua harus berdasarkan laporan yang valid dan disertai dengan banyaknya bukti kejadian yang sudah di tahap sangat memungkinkan akibat keresahan masyarakat secara umum,pungkasnya. (Rr)