DPRD LAMSEL TANGGAPI ASPIRASI HONORER K2

0
160
Foto; Rayendra

Lamsel, fajar-news.com

“Kami berharap persamaan dan kesetaraan di dalam penghasilan dan kesejahteraan dapat mendapat perhatian yang sama dari pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel),” ujar Setiawan SPd, sesuai audensi sekaligus silaturahmi ke Pimpinan DPRD Lamsel, Kamis (22/11).

Kesetaraan yg di maksud menurutnya, terutama adanya gaji bersetandarkan upah minimum regional daerah ( UMR) dan jaminan kesehatan yang di tanggung pemerintah daerah.

“Mungkin kami tidak terlalu memaksa harus bersetandarkan Rp 1,2 juta, seperti teman-teman kami yang ada di instansi pemerintah daerah, tapi paling tidak ada batasan yang tidak terlalu jauh,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menguraikan, jumlah honor K2 yang ada di kabupaten Lamsel sebanyak 988 delapan orang, terdiri dari 335 orang tenaga pendidik (guru) ditambah tenaga teknis di sekolah seperti, Tata usaha dan adminitrasi, operator dapodik dan teknis lainnya.

Sedangkan sisanya yang masuk katagori dua ( K2) sebanyak 553 orang tersebar instansi pemkab Lamsel menjadi tenaga honorer daerah (honda).

Sementara itu Ketua DPRD Lamsel, H. Hendry Rosyadi SH, MH., menanggapi persoalan K2 tersebut, sangat merespon baik tentang gundah gulana warga yang tergabung dari forum Honorer K2.

“Saya akan mencarikan jalan solusi yang terbaik untuk menampung aspirasi dari honore K2. Insyaallah apabila anggaran mencukupi di tahun 2019 ini baik di APBD murni atau APBDP, akan mengalokasikan sesuai dari aspirasi honorer K2 yang sebanyak 435 orang tersebut,” pungkasnya.

Penulis : Dra