DPRD Way Kanan gelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Kebijakan Umum Perubahan Anggaran

0
1

Way Kanan Fajar News.com- DPRD Way Kanan gelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) Tahun Anggaran 2020 di Ruang Rapat Paripurna Rabu, (19/8/ 2020).
Sidang paripurna dipimpin oleh ketua DPRD Way Kanan Nikmat Karim, wakil ketua I Yusee, wakil ketua II Romli, dalam agenda peyampaian kebijakan umum anggaran, (KUPA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P).
Selanjutnya sambutan Bupati Way kanan Raden Adipati Surya, Perlu saya sampaikan KUPA-PPAS Tahun 2020 ini disusun berdasarkan prioritas pembangunan Kabupaten Way Kanan yaitu percepatan penanganan bidang kesehatan, dampak ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial akibat pandemi COVID-19.
Secara ringkas KUPA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2020 dapat dijelaskan sebagai berikut.
Pendapatan Daerah secara total rencana pendapatan setelah Perubahan sebesar Rp.1,324 Triliun, mengalami penurunan sebesar Rp.121,126 Milyar atau 8,38 persen dari sebelum perubahan sebesar Rp.1,445 Triliun. Hal ini disebabkan karena adanya penyesuaian dana transfer pusat yang mengakibatkan berkurangnya pendapatan daerah.
Belanja secara umum belanja daerah pada Perubahan tahun 2020 sebesar Rp.1,308 Triliun, yaitu mengalami penurunan sebesar Rp.101,989 Milyar atau 7,23 persen dari sebelumnya sebesar Rp.1,410 Triliun .
Alokasi Belanja terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.889,314 Milyar atau mengalami kenaikan sebesar Rp.71,424 Milyar atau 8,73 persen dari sebelum perubahan  sebesar Rp.817,889 Milyar. 
Sedangkan Alokasi untuk Belanja Langsung  direncanakan setelah perubahan sebesar              Rp.419,666 Milyar atau mengalami penurunan sebesar Rp.173,414 Milyar atau 29,24 persen dari sebelum perubahan sebesar Rp.593.080 Milyar. Perubahan kebijakan ini dilakukan dengan cara refocusing dan realokasi belanja dalam rangka percepatan penanganan pandemi COVID-19.
Pembiayaan dari sisi penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar  Rp.15.740 Milyar, sebelumnya diasumsikan sebesar Rp.18 Milyar sehingga terkoreksi sebesar Rp. 2,260 Milyar atau 12,56 persen. Penerimaan pembiayaan tersebut bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya.
Sedangkan dari sisi pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp.31,185 Milyar, yang dialokasikan untuk Penyertaan Modal Investasi Pemerintah sebesar Rp. 6,394 Milyar dan pembayaran pokok hutang sebesar Rp.24,790 Milyar.(ysr)
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Komentar Pembaca