Gubernur Lampung Gelar Rakor Penanggulangan Wabah Covid 19

0
1

Bandar Lampung, fajar-news.com — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan wabah Covid 19 di Provinsi Lampung. Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Arinal Djunaidi tersebut digelar di Cafe Wood Stairs, Sabtu (15/08).

Selain Gubernur, rapat juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung, Bupati dan Walikota Se-Lampung, serta kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Dalam rapat tersebut Gubernur Lampung menyampaikan beberapa upaya yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung dalam rangka mengintensifkan upaya penanganan pandemi Covid 19.

Diantaranya adalah dengan melakukan pembatasan bepergian ke daerah dengan kasus tinggi atau zona merah, peningkatan tracing, testing pada semua wilayah Lampung dan lebih intensif pada wilayah yang ada peningkatan kasus tinggi seperti Pesisir Barat, Way Kanan

Upaya pendisiplinan pelaksanaan Protokol Kesehatan juga perlu ditingkatkan, terutama pengawasan dipintu masuk baik darat, laut dan udara.

Kemudian dalam rakor tersebut juga terungkap bahawa angka kesembuhan penderita covid 19 Provinsi Lampung lebih tinggi dari angka Nasional, dimana angka kesembuhan penderita covid 19 di provinsi Lampung mencapai 70,48%, sedangkan angka kematian dapat ditekan hingga sebesar 3,92%

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan kasus pada Era Adaptasi Kebiasaan Baru/AKB adalah Protokol Kesehatan belum dilaksanakan dengan baik di masyarakat. Kemudian longgarnya pintu masuk ke Provinsi Lampung khususnya pintu masuk via laut, Lampung Selatan (Pelabuhan Bakauheni) serta mobilitas tinggi masyarakat dan pejabat yang melakukan pekerjaan keluar-masuk wilayah.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memerintahkan semua instansi pemerintahan, termasuk Bupati dan Walikota untuk tetap siaga.

“jangan sampai kita lengah karena menganggap beberapa waktu yang lalu kita sebagai Provinsi yang terbaik dalam penanganan covid19. Ini juga terdampak soal ekonomi pada masa yang akan datang,”pungkasnya.(Str)

Komentar Pembaca