Imbas Covid 19 Pengaruhi Pabrik Penggilingan Padi

0
71

Bandarlampung, fajar-news.com – Menerapkan aturan protokol kesehatan serta anjuran pemerintah, social dan fhysical distancing, Pengurus Pusat Perpadi dalam rapat telecomfrence, menyikapi peningkatan pasien yang terinfeksi serta penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia saat ini, telah menghasilkan beberapa point keputusan, Sabtu (4/4/2020) lalu.

Menurut Ketua Perpadi Lampung Midi Iswanto yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Perpadi Pusat, penggilingan padi di seluruh Indonesia akan tetap beroperasi dengan memperhatikan himbauan pemerintah tentang SOP dan protokol kesehatan tentang Covid-19.

Mengingat permintaan beras masih sangat tinggi dan menghadapi musim panen raya pada April, Mei, dan Juni 2020, di perlukan kewaspadaan untuk menjaga stabilitas kondisi pangan secara menyeluruh.

“Karena ini masalah kebutuhan pokok yang menyangkut khalayak masyarakat banyak, bisa di bayangkan jika semua pabrik berhenti menggiling beras, di pastikan kita semua mau makan apa!,” kata Midi.

Lebih jauh dia mengatakan, Perpadi juga mendorong pemerintah mempersiapkan cadangan beras bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tentang meluasnya wabah covid-19 dan bila terjadi lock import, ungkapnya.

“Bisa terjadi adanya panic buying masyarakat yang akan menyetok beras di rumah masing-masing, ini akan berdampak pada cadangan beras pemerintah mulai menurun, contohnya di pasar induk Cipinang, kondisi stoknya sudah mulai menurun,”tandasnya yang juga Anggota DPRD Lampung ini.

Dia berharap pemerintah melaksanakan KUR dengan sungguh-sungguh ke masyarakat dan kelompok penggilingan padi, dengan tidak mempersulit persyaratan peminjaman melalui Bank yang di tunjuk untuk peminjaman KUR tersebut, terutama penambahan modal bagi kelompok tani, ucapnya.

“Rata-rata anggota penggilingan sudah punya pinjaman bank sebelumnya. Jadi pemerintah maupun kreditur bisa memberikan tambahan modal dengan meniadakan syarat, bahwa pinjaman sebelumnya harus dilunasi terlebih dahulu,” harap Midi.

Midi juga menghimbau kepada seluruh petani untuk menyimpan sebagian dari hasil panennya di rumah untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, akibat imbas dari wabah Covid-19 ini.

Perpadi sangat menyambut baik rencana pemerintah melalui Kementerian Pertanian, dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan bekerjasama dengan Ojek Online dalam distribusi atau jual beli beras dengan Toko Mitra Tani Indonesia (TMTI).

“Sistem penjualan beras diantar sampai tujuan, hal ini dilakukan dalam rangka membantu masyarakat untuk memotong mata rantai harga dan penyebaran Virus Covid-19 dengan tetap di rumah saja,” tegas Midi.

Rapat melalui teleconferences ini dipimpin langsung oleh Ketua DPP Perpadi Ir. Soetarto Alimaso dan dihadiri oleh Sekjend Perpadi Burhan, Ketua Bidang Organisasi H. Nelis dari Jawa Timur, Ketua Bidang Publikasi Arif dari Jogja, Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Midi Iswanto dari Lampung, Ketua Bidang Usaha dan Kemitraan H. Paiman dari Jawa Barat, wakil sekretaris dan pengurus lainnya.(asy/rls)