Jumlah Penumpang Nataru 2018/2019 di Prediksi Meningkat

0
187

 

Bandarlampung, fajar-news.com– Menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018/2019, PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjung karang menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM guna mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan Nataru tersebut.

“Kita sudah siapkan sarana, prasarana, dan SDM nya untuk menghadali kesiapan Nataru. Apalagi bersamaan dengan curah hujan yang tinggi berarti harus menambah ekstra petugas di daerah rawan bencana,” ujar Eksekutif Vice Presiden (EVP) PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang Sulthon Hasanudin, di Bandarlampung, Rabu (19/12).

Menurutnya, pada angkutan Nataru tahun 2018/2018 ini selama 18 hari mulai 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019. Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai KAI Divre IV dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di masing-masing stasiun.

Selain itu, dari aspek sarana, selama masa nataru tahun ini disiagakan satu unit lokomotif, 3 unit lokomotif cadangan dan 8 seat Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI). Untuk kereta siap sebanyak 37 unit kereta siap oprasi dengan rincian 36 unit kereta stanp Formasi dan 11 unit kereta cadangan dengan 10 perjalanan Kereta Api reguler sehingga volume penumpang selama 18 hari masa angkutan Nataru diprediksi sebesar 72.658 penumpang, meningkat sebesar 54% atau 25.475 penumpang dibanding masa angkutan Nataru tahun 2017/2018 sebanyak 47.183 penumpang.

Kenaikan jumlah penumpang ini, karena pada masa angkutan Nataru pada tahun 2018/2018 ini, PT KAI Divre IV telah mengoprasikan kereta api Kuala Stabas untuk jarak Tanjungkarang sampai Baturaja.

Sedangkan, untuk aspek prasarana di Divre IV ada 3 titik daerah rawan bencana alam. Daerah-daerah rawan tersebut antara lain 1 titik rawan longsor di Km 167+300 s.d 168+800 antara Way Tuba-Negeri Agung, 2 titik rawan amblas di km 208+700/800 antara Gilas-Martapura dan Km 212+800/900 antara Gilas-Spancar.

Guna mengantisipasi hal terzebut terjadi, maka Divre IV telah menyiapkan alat material untuk siaga (Amus) antara lain berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel, dan lainnya di titik-titik yang telah ditentukan.

“Divre IV sudah menempatlan perlengkapan untuk mengantisipasi bila terjadi bencana alam atau hal lainnya,” katanya.

Penulis : EM