Kaban Kesbangpol Silahturahmi Dengan Dewan Anak Adat Lamsel

0
40

Lamsel, fajar-news.com– Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan Dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Thomas Amirico, silahturahmi dengan Dewan Anak Adat Lamsel (DAALS), Senin (23/9).

Menurut Kaban Kesbangpol Thomas, kedatangan pihaknya ke Skretariat DAALS yang berada di Jalan Lintas Sumatra tepatnya di depan Kodim 0421 Lamsel, untuk silahrurahmi, dan berharap untuk dapat bersenergi dengan pihak DAALS.

“Sebab mereka (DAALS_red) sendiri yang lebih paham mengenai seluk-beluk daerah Lamsel. Tentunya, saya berharap pemerintah akan menyambut baik tentang adanya DAALS ini,” ujarnya, saat diwawancarai www.fajar-news.com.

Thomas menambahkan, kedepannya pihaknya akan menyampaikan kepada pimpinan tentang adanya DAALS, dan juga akan mencari pola agar dapat bersinergi dan juga duduk bersama.

“Nantinya akan saya bantu dalam pengurusan adminitrasi dan kedepannya juga akan dicarikan aturan apakah bisa dapat membantu juga dari segi oprasionalnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, dengan adanya DAALS membawa pengaruh yang positif dan diharapkan kedepannya ada formula, gagasan dan ide untuk kemajuan Lamsel. Tentunya, suatu organisasi dan sekumpulan yang besar memiliki ide dan gagasan yang besar. Dan kedepannya pihaknya akan mendorong dalam suatu program dalam bidanh baik itu sektor wisata, budaya dan lainnya.

“Apabila DAALS sudah memiliki bidang-bidang tersebut. Tentunya tinggal buat program-program yang kongkrit dan bersinergi dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD dan kami siap untuk mendampinginya,” jelasnya.

Sementara, Ketua Umum DAALS H. Andi Azis SH, dengan adanya respon positif dari pemerintah dia sangat bersyukur. Dan dengan adanya silahturahmi tentunya pihak pemerintah akan lebih tahu, mengenai DAALS, tujuannya apa dan kearah kemana.

“Yang perlu digarisbawahi yakni berdirinya DAALS, untuk bersama-sama kedepannya adalah untuk kebersaan,” kata Ketum.

Dia menjelaskan DAALS, merupakan suatu organisasi yang mengedepankan keadatan. Sebab, DAALS sendiri merupakan bagian dari adat. Dan akan berusaha untuk memaksimalkan adat yang ada di Lamsel.

“Tentunya kita akan komitmen adat istiadat yang ada di Lamsel, menjadi tuan rumah sendiri. Contohnya, seperti artibut siger yang dipakai, itukan ada sembilan, sementara Lamsel itu ada tujuh,” tukasnya.

Penulis : Agus