Ketua IDI Dan Srikandi Desak Pemkot Metro Ketersedian APD

0
53

Metro, Fajar-news.com Kebutuhan akan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medis dan sembako untuk rakyat, menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro.

Terlebih lagi kondisi wabah Virus Corona terus menjangkit dan menyentuh seluruh masyarakat sampai ke bawah.

Usai aksi sosial, pembagian telur dan penyemprotan disinfektan di pasar dan terminal, Anna Morinda Wakil Ketua I DPRD Kota Metro mengatakan, Pemerintah Kota Metro untuk segera menseterilisasi seluruh gerbang keluar masuknya ke Bumi Sai Wawai, Minggu (29/3/2020).

“Pihak Pemkot Metro seharusnya mengambil langkah cepat terkait wabah tersebut, mengingat kondisi sudah sangat darurat, terutama di semua perbatasan kota Metro, untuk memberhentikan dan melakukan chek up kesehatan bagi kendaraan dan penumpang yang melalui perbatasan, terkecuali aparat TNI dan Polri,” ungkap Morinda.

Lebih jauh dia mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja tim medis, di mana secepatnya pihak Pemkot untuk melakukan pengadaan serta memenuhi Alat Pelindung Diri (APD), jelas Srikandi DPRD Kota Metro ini.

Selain itu pihak Pemerintah Kota Metro juga, harus dapat mempersiapkan setiap kemungkinan kondisi yang sewaktu waktu terjadi, seumpama terjadi Lock Down selama 14 hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama berdiam diri dirumah, tegas Anna kembali.

Di lain pihak, seperti banyak di beritakan oleh media sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Metro, dr.Agung Budi Prasetyono, Sp.PD, mendesak pemerintah Kota Metro segera memenuhi Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medis.

“APD sangat mendesak untuk tenaga medis, sebab kami berperang dengan Virus yang sangat mematikan,” ungkap Ketua IDI kemarin.

Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia masih sangat terbatas sehingga banyak dari mereka yang rela patungan untuk membeli kebutuhan keselamatan sendiri, agar tetap dapat menolong PDP Covid-19 yang ada di Kota Metro, ujar Agung Budi Prastyono.

“Pihak IDI menggalang dana sendiri melalui anggota untuk membeli APD sendiri, sedangkan ruang isolasi APD masih cukup, tetapi ketersediaan masker baik N.95 maupun masker bedah madih kurang,” ujarnya.

Ketua IDI juga secara tegas mengatakan, meminta para pihak yang berkepentingan mengambil kebijakan dan menjamin ketersediaan APD bagi tenaga medis khusunya di Kota Metro, pungkasnya. (Sfn)