Kisruh Soroti Kerja Lapen Lampung Tengah Dengan Dana ADD

0
99

Lamteng,FAJAR NEWS-pihak Kecamatan Punggur menyoroti pengerjaan jalan aspal lapis penetrasi (lapen) yang menggunakan dana dari Alokasi Dana Desa (ADD) di Kampung Mojopahit. Hal itu disampaikan Kasi Pemerintahan dan Pembangunan Purnomo.

Menurutnya, pengerjaan yang dilakukan oleh Kepala Kampung (Kakam) Mojopahit Sudirman banyak permasalahan di Lapangan yang ia temukan. ”Banyak masalah yang telah kami temukan saat melakukan pengawasan di Lapangan. Sudah kami tegur Pak kakamnya. Tetapi beliau malah mengatakan ini standarnya dan cuma inilah kemampuan kami,” ujar Purnomo.

Pihaknya menjelaskan, bahwa dalam pengerjaan, Kakam Mojopahit tidak menggunakan Tim Ahli (TA) dalam urusan pengerjaan fisik ADD, khususnya lapen.

”Saya sudah berapa kali menegurnya. Dikarenakan, pengerjaan yang jauh dari standar kelayakan. Hal ini dikarekan, lapen yang dia kerjakan terlalu tipis. Dimana saat saya periksa, pembangunan itu tidak memakai batu 1×2 (batu pertama lapisan). Padahal didraf telah tertuliskan adanya anggaran itu.

Setelah saya konfirmasi, hal itu baru dibeli, akan tetapi cuma seperlunya saja tidak sesuai dengan APBK,” tuturnya.

Untuk menindak lanjuti hal tersebut, lanjut Purnomo, Camat Punggur, Herman telah mengirimkan surat peringatan kepada Kakam Mojopahit Sudirman untuk melakukan pembongkaran atau perbaikan jalan aspal lapen tersebut.

Namun hingga saat ini, belum dibongkar bahkan terkesan ingin menantang pihak yang terlibat dalam pengawasan ADD. ”Kami ini pihak kecamatan hanya sebatas memberikan pengarahan. Apabila salah ya kami bilang salah. Serta kami memberikan pemahaman kearah yang sesuai dengan aturan yang berlaku, yaitu sesuai APBK.

Kalau seperti ini kami bingung. Diberi tahu yang betul kok malah membantah,” ungkapnya. Sementara itu, anggota Pol PP Kecamatan Punggur Budi yang biasa mengawal dan memonitoring pengerjaan ADD di Kampung menuturkan bahwa Kakam Mojopahit Sudirman susah diatur.

”Memang Kakam Mojopahit itu susah diatur. Diberi tau yang bener dari pihak kecamatan, malah hanya dijawab ya cuma segini kemampuan kami. Yang jadi permasalahannya itu mas bukan kemampuan, akan tetapi masalah dananya itu.Kan sudah ada TA dan pendamping desa. Tapi kenapa malah tidak dipakai. Apa mau nyari untung yang besar,” timpal Budi.

Budi mengatakan bahwa jalan yang diduga bermasalah tersebut, berada di gang masuk dari jalan utama. Sehingga, setiap orang yang melihat bisa langsung menilai jalan tersebut layak atau tidak. ”Saya yakin kalau pihak penegak hukum melihat kerjaan Kakam Mojopahit pasti diperiksa oleh mereka,” tuturnya.

Sementara, Pendamping Desa Kampung Mojopahit Eko mengaku dalam pengerjaan jalan dirinya seperti tidak difungsikan oleh Kakam Mojopahit. ”Sudah sering saya memberikan saran kepada Kakam Mojopahit. Tetapi tidak pernah dihiraukan olehnya.

Lokasi jalan yang berada di Dusun I dan IV jauh dari kata layak. “Sudah sering saya beri tahu. Tetapi dia bilang kamu tau apa masalah lapen. Padahal saya ini kan pendamping desa,” ujar eko Pendamping Desa Mojopahit.

Sedangkan, Kakam Mojopahit Sudirman mengakui bahwa kerjaannya tidak maksimal. Hal itu disebabkan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Mojopahit. ”Saya mengakui dari segi mutu hasil lapen kurang memuaskan. Ya karena itu, karena SDM di Kampung Mojopahit yang mengerti masalah pengerjaan jalan sangat berkurang. (*)

sumber: wwww.kupastuntas.co