Kodri Anggota Dewan Lamsel Bakal Datangi SMP N2 Seragi

0
84

Lamsel, fajar-news.com– Kodri anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) bakal sambangi SMP N2 Seragi, terkait pungutan dana wali murid untuk pembelian komputer sebesar Rp300-500 ribu yang dilakukan komite dan Kepala sekolah setempat.

Sebagai anggota dewan yang berada di daerah pilihan (Dapil) setempat, ia memiliki tanggung jawab atas persoalan pungutan dana terhadap wali murid untuk pembelian komputer dan diduga pungutan tersebut melanggar aturan.

“Saya belum paham betul terkait persoalan tersebut. Tentunya saya akan mendatangi dulu sekolahannya. Sebab, ini masuk di Dapil saya,” ujarnya, kepada media ini, Selasa (15/10).

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMP Negri 2 Seragi Kecamatan Seragi Kabupaten Lamsel A. Rifa’i membantah, pungutan sebesar Rp300-500 ribu untuk pembelian komputer tersebut bukan pungutan liar (pungli) dirinya juga memaparkan, bahwa hal itu sudah dilakukan rapat komite tentang iuran pembelian komputer.

“Menurut peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia nomer 75 tahun 2016 tentang komite sekolah pasal 1 yang berbunyi pemberian berupa uang/barang/jasa oleh pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orangtua/walinya, dengan syarat yang disepakati oleh para pihak,” ujarnya, belum lama ini.

Perlu diketahui, dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 75 Tahun 2016 pasal 10 ayat (1) dijelaskan bahwa Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.

Kemudian pada pasal 10 ayat (2) disebutkan bahwa penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan.

Seperti dinukil dilaman //www.kemdikbud.go.id, Yang dimaksud dengan Bantuan Pendidikan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya, dengan syarat yang disepakati para pihak.

Sumbangan Pendidikan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa/ oleh peserta didik, orang tua/walinya, baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga sevara sukarela, dan tidak mengikat satuan pendidikan.

Kemudian Pungutan Pendidikan adalah penarikan uang oleh Sekolah kepada peserta didik, orang tua/walinya yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan. (redaksi)