Lamsel Membangun Infrastruktur Lebih Baik

0
133

LAMSEL, fajar-news.com– Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) dalam beberapa bulan ini, telah melakukan pembangunan, baik usulan baru, rusak akibat usia maupun akibat bencana alam. Hal itu terlihat seprti pembangunan jembatan penghubung di Pasar Inpres Kalianda yang nyaris ambruk akibat banjir bandang pada Selasa (3/4/2018) malam hingga Rabu (4/4/2018) pagi, serta renovasi masjid Agung Kalianda.

Pelaksanaan perbaikan jembatan pasar Inpres Kalianda sendiri dilakukan sejak Kamis (20/9/2018) lalu. Hal ini dilakukan secepatnya agar akses roda perekonomian yang ada di Kota Kalianda secepatnya menjadi lancar kembali.

Kecepatan dalam pembangunan jembatan Pasar Inpres Kalianda tidak serta mengandalkan dana APBD. Sebab, apabila menggunakan dana APBD perbaikan jembatan bisa memakan waktu yang lebih lama dan akan dilakukan pada tahun 2019 mendatang. Tentunya itu menjadi hambatan bagi masyarakat yang ada di Koata Kalianda.

Berdasarkan kebutuhan sarana infrastruktur yang memadai maka, dari itu Pemkab Lamsel mengajak Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Lamsel untuk perbaikan jambatan tersebut. Bahkan, Plt. Bupati Lamsel, Nanang Ermanto didampingi Sekretaris Daerah Ir. Fredy SM, MM, Ketua Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Lamsel Tatang Rohadi, mengawasi langsung proses perbaikan awal jembatan tersebut.

Nanang mengatakan, berbagai terobosan dan inovasi terus dilakukan untuk merealisasikan program-program prioritasnya.

Seperti perbaikan jembatan Pasar Inpres sebagai sarana infrastruktur yang sangat vital bagi perekonomian masyarakat Kota Kalianda dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, berkat niat baik dan doa kita semua, kawan-kawan pengusaha ini mau membantu melalui dana CSR-nya untuk memperbaiki jembatan ini. Dan Ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi seluruh pelaku usaha yang ada di Lampung Selatan,” ujar Nanang.

Sedangkan untuk perbaikan Masjid Agung Kalianda sendiri sudah dilakukan pembongkaran kisaran bulan Juli 2018 lalu. Dan desain masjid Agung Kubah Intan akan mencontoh masjid – masjid yang ada di negara Timur Tengah.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan H. Ir. Hermansyah Hamidi
pembangunan masjid Agung Kubah Intan dilakukan karena kebutuhan. Sebab, masjid yang menjadi pusat peribadatan umat Islam di kabupaten berjuluk Khagom Mufakat ini belakangan dalam kondisi rusak. Utamanya kerusakan bangunan pada bagian atap. “Atapnya kan rusak. Bocor disana-sini. Jadi diperbaiki oleh pemkab secara keseluruhan,” ungkap Hermansyah.

Sejauh ini, kata Hermansyah, pembangunan masjid Agung Kubah Intan sudah mencapai 30 persen. Ia memastikan bangunan masjid yang menelan biaya sebesar Rp 10 Miliar itu akan rampung pada akhir Desember 2018 mendatang.

Hermansyah sendiri meminta kepada rekanan pembangunan agar proses pengerjaan dilakukan dengan cepat dan sebaik mungkin. Percepatan pembangunan agar masjid bisa kembali digunakan oleh masyarakat sebagai pusat peribadatan.

“Iya. Kita harapkan cepat-lah, ya. Tetapi harus tetap bagus,” tukasnya. (ADV)