Lima Bocah Bisa Kembali Sekolah

0
166

Lambar, fajar-news.com– Senyum sumringah menghiasi wajah Rendi Andika (12), bocah Belasa yang putus sekolah. Bersama empat rekannya dari Pemangku 6 Sinar Harapan, Pekon Luas, yakni Rohmat (12), Rizal Sahputra (12) Angga Tri Ramdani (10) dan Hendra (8), kelima bocah Belasa ini memasuki halaman SDN Argomulyo, Kecamatan Batu Ketulis untuk belajar.

Sejak Senin (29-10) lalu, kelima bocah ini diterima sebagai siswa SDN Argomulyo dan mulai mengikuti KBM. Menurut Maksum, ayah Rohmat, sejak pekan lalu rombongan dari Dinas Pendidikan Lampung Barat menjemput mereka dari Belasa untuk dibawa ke SDN Argomulyo. Dinas memfasilitasi agar kelima bocah ini bisa kembali ke bangku sekolah.

Dari kelima bocah itu, hanya Rizal Sahputra yang mengenakan seragam batik sama dengan ratusan siswa lainnya. Sedangkan empat lainnya mengikuti KBM dengan pakaian seadanya. Sehingga keberadaan mereka begitu kontras di tengah para siswa lain yang menggunakan seragam. Dari mulut Rendi Andika diketahui bahwa bantuan seragam dari Dinas Pendidikan belum sampai. “Tapi kami dijanjikan akan diberi seragam kok,” ujar Rendi penuh semangat.

Anak-anak Belasa yang sempat putus sekolah selama dua tahun lebih ini ternyata tidak canggung kembali ke lingkungan sekolah. Mereka segera berbaur dengan ratusan siswa SDN Argomulyo dan terlihat akrab dalam suasana permainan maupun saat belajar di dalam kelas.

Rizal Sahputra (12) di terima di kelas 6, Rendi Andika (12) yang sempat menempuh pendidikan di MI Andapraja, Ciamis, Jawa Barat, diterima di kelas 5 dan Rohmat (12) kembali duduk di kelas 4—kelas yang sama ketika ia keluar dari sekolah itu dua tahun silam. Sedangkan Angga Tri Ramdani (10) yang juga pindahan dari Ciamis di terima di kelas 2 dan Hendra (8) yang belum pernah sekolah masuk sebagai siswa kelas 1.

Menurut Partinah, guru di SDN Argomulyo, selama tiga hari mengikuti KBM seluruh siswa baru dari Belasa ini tidak menunjukkan kesulitan yang berarti. “Mereka bisa mengikuti pelajaran dengan baik, bergaul dengan baik dan punya sikap yang santun,” jelas Partinah. Guru senior SDN Argomulyo ini yakin jika dukungan dari para orang tua terus dipertahankan, maka kelima bocah Belasa akan berhasil dalam pendidikan sama seperti siswa-siswi yang lain.

Operator Administrasi SDN Argomulyo Ayi Elawati membenarkan langkah yang diambil pihak sekolah adalah semacam terobosan mengingat Rendi Andika dan Angga Tri Ramdani yang pernah bersekolah di Ciamis tidak memiliki surat pindah. Pihak sekolah, lanjut Ayi, akan memasukan data mereka secara manual ke sistem dapodik. “Bisa kok. Nanti kita entry secara manual sehingga secara administrasi keberadaan mereka legal,” ujarnya. Legalitas formal bagi anak-anak Belasa memang sangat dibutuhkan. Sebab, sebagai siswa kurang mampu, mereka harus mendapat intervensi program pendidikan dari pemerintah. Untuk sampai kesitu, kelima anak ini harus masuk dapodik terlebih dahulu.

Diberitakan sebelumnya, banyak bocah Belasa, Pekon Luas, Kecamatan Batu Ketulis, Kabupaten Lampung Barat, yang putus sekolah. Anak-anak yang bermukim di RT 4 ini mengaku putus sekolah sebab tak punya biaya. Jarak tempuh yang jauh serta sulitnya kondisi jalan menyebabkan para orang tua anak-anak ini abai terhadap pentingnya pendidikan bagi putra-putri mereka.

Beruntung bagi kelima bocah Belasa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat akhirnya mengambil langkah memfasilitasi mereka agar bisa sekolah lagi.

 

Penulis : daniel