Masyarakat Di Tiga Pekon, Tanyakan Kondisi Jalan Yang Rusak Parah

0
138

Pringsewu Fajar-News.com-Masyarakat Pekon Sumber Bandung, Negla Sari dan Way kunyir, Kecamatan Pagelaran utara, Pringsewu, Lampung, menyayangkan kondisi jalan penghubung Pekon, Sumber Bandung- Negla Sari – Way kunyir, rusak parah. Jalan kabupaten yang dibangun pada tahun 2000 ketika masih kabupaten tanggamus itu hingga kini belum pernah diperbaiki pemerintah kabupaten Pringsewu. Berdasarkan pantauan di lapangan , jalan kabupaten yang menghubungkan antar pekon itu kondisinya rusak parah. Dimana, lapisan batu dan asplanya terkelupas. Bahkan, saat turun hujan jalan tersebut seperti kubangan kerbau.

M.Anas kepala pekon Neglasari, kamis 29/03/18 mengatakan ia bersama warga lainnya kecewa dengan kondisi jalan Pekon setempat dibiarkan rusak parah. Sebab, hingga kini jalan penghubung Sumber Bandung- Negla Sari – Way kunyir itu belum kunjung diperbaiki. “Kalau enggak salah sudah sepuluh tahun terakhir jalan pekon kami rusak. Apalagi jalan itu salah satu akses warga bertransportasi sehari-hari. Sudah berkali-kali jalan tersebut ditimbun tanah maupun batu,” katanya.

Dengan kondisi jalan rusak parah, katanya, masyarakat merasa kesulitan dan terhambat untuk mengangkut hasil bumi. Selain itu, akses jalan yang buruk mempengaruhi dengan nilai jual produkai hasil bumi. “Untuk itu, kalau enggak diperbaiki saya yakin lambat laun roda perekonomian dan kemajuan dipekon akan kalah dengan pekon lainnya yang ada di Kecamatan Pagelaran utara. Kami berharap ada perbaikan jalan pekon kami,”ucapnya.

Hal senada diungkapkan, Hariyadi kepala Pekon Sumber bandung. Ia mengatakan untuk melintasi tersebut dirinya harus ekstra hati-hati. Apalagi disaat setelah turun hujan, kondisi jalan makin parah seperti kubangan kerbau. “Jalan yang bagian terparah di wilayah pekon Negla sari, tepatnya di areal kebon sawit perasawahan. Kalau sudah hujan deras sudah dipastikan banyak kubangan kerbau. Jelas, kalau kami lewat harus ektra hati-hati,” katanya.

Lanjutnya, Jalan tersebut setiap hari nya selalu di lintasi oleh guru dan siswa saat pergi ke sekolah. Jika hujan turun maka jalan itu sangat sulit bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua dan empat. Tak jarang para siswa harus berjalan kaki untuk menuju ke sekolah,”ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pekon Way Kunyir, Suparman mengatakan jalan kabupaten yang merupakan penghubung antar pekon itu sepanjang +- 3 km. Jalan yang dibangun pada era masih gabung dengan kabupaten Tanggamus sampai kini belum pernah direhabilitasi saat ini kondisi jalan rusak parah, memang terbukti sangat parah sehingga warga masyarakat kewalahan. Jika datang musim hujan, disamping licin jalan juga berlumpur dan sangat dalam serta banyak matreal yang berceceran,” kata nya.

“Dikatakan memang kondisi jalan rusak parah. Tapi, informasi yang kami dapat dari Informasi kalau jalan itu akan diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat pada tahun ini dari anggaran APBD 2018,” katanya.

Sementara mewakili kepala dinas PUPR kabupaten pringsewu Andi Purwanto, Fahmi dihubungi melalui via telpn mengatakan pada tahun 2018 yang bisa direalisasikan hanya ada gorong gorong yang sudah di anggarkan sementara untuk jalan akan di ajukan di tahun 2019 melalui dana DAK,” ucap Fahmi. (Hastin)