Masyarakat Pulau Sebesi Menyatakan Suara Dentuman Bukan dari Gunung Anak Krakatau

0
20

Lampung Selatan fajar-news.com – Dengan telah Erupsinya kembali Gunung Anak Krakatau dan suara Dentuman yang terdengar di Jakarta dan sekitarnya, masyarakat Pulau Sebesi menyatakan bahwa suara dentuman tersebut bukan dari Gunung Anak Krakatau (GAK), Minggu (12/4/2020).

Pernyataan tersebut dikatakan oleh Sekretaris Desa Rojali saat Camat dan Tim Pemkab Lampung Selatan melakukan pemantauan langsung ke Desa Tejang Pulau Sebesi.

“Kami disini sama sekali tidak mendengar dentuman Gunung Anak Krakatau hanya mengeluarkan pijaran api, bau belerang yang sangat menyengat dan hujan debu saja”, ujar Rojali.

Mudah-mudahan bau belerang menjadi obat virus Corona karena belerang adalah antivirus secara alami, jangankan virus panu aja bisa abis dengan belerang”, kata Rojali yang diamini warga.

Sementara itu Robi, SPd, I yang merupakan Ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Teja Pulau Sebesi mengatakan hal yang sama kepada Tim, “tidak terdengar suara dentuman seperti yang dikatakan orang Jakarta, kami disini hanya mencium bau belerang dan mengalami hujan debu saja”, tegas Robi.

Camat Rajabasa Sabtudin mengatakan, “memang benar GAK erupsi kembali, tapi menimbulkan Tsunami. Erupsi GAK kali ini hanya menimbulkan bau belerang yang sangat menyengat dan mengeluarkan debu hitam dan itu sangat dirasakan oleh masyarakat pesisir Rajabasa terutama Desa Tejang Pulau Sebesi yang hanya berjarak 2 kilometer”, cetus Sabtudin.

“Kita sudah pernah mengalami musibah Tsunami dan kami telah belajar dari pengalaman, seperti yang kita lihat masyarakat disini beraktivitas seperti biasanya”, pungkas Sabtudin.

“Kami tetap menghimbau masyarakat Tejang Pulau Sebesi yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau untuk tetap tenang dan waspada menghadirkan Erupsi GAK dan wabah COVID – 19”, tandas Sabtudin. (Rm/Kmf)