Nanang : Tindak tegas yang menghalangi pembangunan

0
122

Lamsel, fajar-news.com– Plt Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto geram dengan adanya persoalan pembangunan pasar yang ada di Kecamatan Waypanji, kabupaten setempat. Pasalnya pembangunan kios pasar yang menggunakan dana dari para pemilik kios yang diakomodir oleh pemerintahan desa sempat mandek 2 tahun.

Saat menghadiri musyawarah lanjutan terkait progress pembangunan kios di Pasar Desa Sidoharjo yang sempat terhenti dua tahun. Para pedagang dan masyarakat menyerahkan berita acara yang berisi keinginan masyarakat untuk melanjutkan pembanguanan Pasar Desa Sidahorajo kepada Nanang. Saat itu juga Nanang berjanji siap mengawal dan merestui kelanjutan pembangunan kios yang ada di pasar tersebut.

“Ini kita sudah sama-sama menyaksikan keinginan masyarakat. Jadi saya minta jika ada yang membekengi atau menghalang-halangi proses pembangunannya, segera ditindak. Proses secara hukum,” tegas Nanang kepada Uspika setempat.

Penegasan yang disampaikan Nanang itu bukan tanpa alasan. Sebab katanya, persoalan pasar itu menjadi perhatian utama pihaknya untuk segera diselesaikan, karena menyangkut perputaran perekonomian warga setempat.

“Saya sudah beberapa kali hadir dalam musyawarah, masalahnya pasar terus. Dengan hadirnya kami disini, untuk merestui serta melindungi kelanjutan pembangunan kios yang ada di pasar ini,” kata Nanang.

Sementara, Kepala Desa Sidoharjo, Marjana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Lamsel, utamaya Plt. Bupati Lamsel yang telah peduli dengan kelangsungan pembangunan kios pasar tersebut.

Dia menjelaskan, pembangunan kios tersebut menggunakan dana dari para pemilik kios yang diakomodir oleh pemerintahan desa. Namun karena adanya beberapa kelompok masyarakat yang tidak setuju, pembangunannya sempat dihentikan.

“Dengan kehadiran Pak Nanang Ermanto, kelanjutan pembangunan kios pasar telah menemui titik terang dan telah mengizinkan untuk meneruskan pembangunan kios-kios kembali,” tutur Marjana.

Disisi lain, salah satu pedang mengaku sangat menyayangkan dihentikannya pembangunan kios pasar tersebut. Selain bangunannya menjadi terbengkalai, para pedagang pun harus menjajakan dagangannya di pinggir jalan.

“Ya sayanglah pak, bangunannya jadi lapuk, pedagang yang harusnya sudah dagang di kios, ini masih ngemper,” ujar salah satu pedagang dengan nada kecewa.

Adapun, dari informasi yang diperoleh tim ini, pasar tersebut telah dibangun menggunakan ADD tahun anggaran 2015-2016. Di tahun 2018, kios yang akan dibangun menggunakan dana swadaya sejumlah pedagang itu, berjumlah 50 unit. (*)