Nekat Pulang Kampung Warga Braja Asri di Karantina Diruang Isolasi

0
8

Lampung Timur, fajar-news.com – Warga Desa Braja Asri Kecamatan Way Jepara nekat pulang kampung demi berkumpul dengan keluarga akhirnya dikarantina diruang rumah isolasi desa Braja Asri, tiga diantaranya wanita yang pulang dari tanggerang (BSD) sebagai pekerja rumah tangga dan satu laki-laki.

Demi mereka bisa pulang ke kampung halamannya di Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, mereka nekat naik truk barang untuk bisa menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.

Keempat warga Desa Braja Asri Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur, yakni Wn (20), Ss (19), It (23) dan Sd (17). Mereka kini berada di Rumah Isolasi Desa Braja Asri.

“Saya bersama 3 rekan perempuan bekerja pekerja rumah tangga dan pagi ini baru sampai di desa,” kata Sulis, di Ruang Isolasi Desa Braja Asri, Sabtu (2/5/20).

Sebenarnya Sangat Sulit menceritakan dalam perjalanannya pulang ke Lampung Timur, ia awalnya bersama 3 rekannya naik travel dari Tangerang.

Karena diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan tidak memperbolehkan pemudik menyeberang di Pelabuhan Merak, ia dan rekannya sempat tak bisa menyeberang ke Bakauheni. Mereka juga bahkan diimbau polisi untuk kembali lagi.

“Bersama penumpang lain kami naik travel sudah bolak balik sepuluh kali mau hanya untuk menyeberang. Akhirnya untuk menyeberang kami naik truk barang yang boleh menyeberang, tapi kami dimintai ongkos Rp 200 bahkan ada teman saya 250 ribu,” ucap SS.

SS menjelaskan untuk sampai ke kampung halamannya, ia sudah habis biaya sekitar Rp 950 ribu. Padahal biasanya, naik travel cuma menghabiskan Rp 300 ribu.

Menurut SS setibanya di rumah, ia diminta keluarga untuk melapor ke posko desa.

“Sampai di rumah oleh keluarga diharuskan melapor dulu ke posko desa dan diwajibkan melakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan dan menjalani isolasi,”ujarnya.

Saat ini, SS dan tiga rekannya diharuskan menjalani pemeriksaan dan menempati ruang isolasi. Mereka juga terdata sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Di Balai Desa, Kades Braja Asri Darusman membenarkan keempat orang tersebut merupakan warganya yang bekerja di Tanggerang.

Ia menyayangkan warganya yang tetap nekat pulang kampung hanya ingin berkumpul dengan keluarganya.

 “Saya menyayangkan mereka masih saja ngeyel mudik lebaran di tengah situasi seperti ini. Ini membuat kekhawatiran kami dan warga Desa Braja Asri Khusunya, kalau ternyata masih saja banyak warga lain yang berasal dari zona merah terus bisa mudik ke tiap desa,” Jelas Darusman.(Ydr)