Para Wakil Rakyat Berbeda pendapat Terkait Anggaran Covid-19

0
6

Pesawaran, fajar-news.com – Dalam persidangan pembahasan Anggaran Covid-19 Tahun 2020 di Kabupaten Pesawaran nampak suasana demokrasi terasa sangat begitu mengesankan, pasalnya para wakil-wakil rakyat ini saling berbeda pendapat serta pemahaman terkait adanya bantuan sembako yang di bagikan oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran ke masyarakat dalam situasi Pandemi Covid-19 yang bergambarkan photo sang Bupati.

Menyikapi hal tersebut salah satu anggota dewan dari Fraksi Gerindra, Lenida Putri memberikan masukan kepada pihak eksekutif agar segala bentuk bantuan yang disalurkan ke masyarakat dalam rangka penanganan Covid-19 tidak memasang photo bupati saja, namun cukup dengan menggunakan logo pemkab.

Sebab, jika hal tersebut tetap dilakukan dikhawatirkan dapat menimbulkan polemik.

“Terlebih ini merupakan tahun politik, jadi hal-hal yang menimbulkan polemik di masyarakat lebih baik kita hindarkan, lebih baik kita fokus menangani Covid ini.” Kata Leni

“Jadi kedepan penyalurannya kita bisa tenang dan tidak menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat.” Timpalnya

Bermula dari usulan dan himbauan ini lah di duga suasana demokrasi di persidangan itu bermula, Wakil Ketua I DPRD Pesawaran Paisaludin menanggapi hal tersebut bahwa tidak akan ada polemik di masyarakat tentang adanya bantuan yang bergambarkan seorang bupatinya, karna masyarakat cuma butuh bantuannya tidak pengaruh gambar dari bantuan tersebut.

Paisaludin juga menyampaikan pendapatnya di sela-sela persidangan tersebut, bahkan ada di antaranya bahasa yang di lontarkan oleh Dewan dari Fraksi PAN ini dengan istilah Lapan Nam (86).

“Saya percaya kalau dewan-dewan ini kalau 86 nya kencang, Sedikit-sedikit apa kata dewan, apa karena tidak kebagian dan tidak disentuh-sentuh makanya ribut-ribut macam ini.” Ungkap Paisal

Mendengar pernyataan itu Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir merasa keberatan dengan pernyataan Paisaludin yang menyebut anggota DPRD Pesawaran kerap melakukan 86. Akibat perdebatan dan perbeda persepsi tersebut, Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir menghentikan jalannya persidangan dan M. Nasir pun langsung menutup rapat tersebut.

Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir, menyesalkan adanya pernyataan tersebut dan mengatakan tidak selayaknya seorang Pimpinan Dewan bicara bila DPRD Pesawaran merupakan lumbung 86.

“Yang jelas ini menghina dan akan saya laporkan ke kepolisian.“ Ungkap M. Nasir. (Rl)

Komentar Pembaca