Pelatihan Membatik Sebagai Upaya Memberdayakan Para Ibu Rumah Tangga

0
230

 

Lamtim, fajar-news.com– Untuk meningkatkan kreatifitas dan kemandirian ibu-ibu, Kecamatan Mataram Baru mengadakan pelatihan membatik di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Mataram Baru, kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari (6 -7/12/ 2018).

Pelatihan tersebut diikuti oleh ibu-ibu dari seluruh Desa di Kecamatan Mataram Baru, yang setiap Desa mengirim 6 orang untuk diikutsertakan, jadi jumlah seluruhnya ada 42 orang.

Sedangkan pelatih didatangkan dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Lampung Timur di Purbolinggo yang merupakan sekolah penghasil batik Lampung Timur dengan icon badak dan lada.

Menurut pengelola atau pun pelatih dari SLB Purbolinggo Diah Susilo Ratri, bahwa pelatihan ini ditargetkan agar ibu-ibu bisa menyelesaikan dan mendapat produk yang terbaik dari pelatihan membatik ini.

“Pelatihan ini harus selesai dan semua peserta pelatihan harus bisa membatik dan bisa mengembangkan kreatifitasnya sehingga bisa menghasilkan produk-produk unggulan”. terang Susi.

Susi pun mengatakan akan membantu proses belajar dan juga menyediakan perlengkapan membatik seperti kain, canting, pewarna dan lain-lain, agar ibu-ibu yang berasal dari Kecamatan tidak kesulitan untuk mendapatkan peralatan membatik.

Kegiatan tersebut juga didampingi oleh camat Mataram Baru Yemi Hastarita, S.Sos selama dua hari berjalan dan dia pun berharap pelatihan ini berkelanjutan dan menjadi bekal warga untuk berwirausaha di Desa.

“Untuk meningkatkan sumber daya manusia, kreatifitas, dan income atau pun pendapatan ibu-ibu di Desa, untuk itu dilakukan pelatihan seperti membatik ini dan saya berharap pelatihan ini dapat berkelanjutan dan menjadi bekal untuk berusaha di Desa”. ucap Yemi.

“Dan melihat antusias ibu-ibu yang begitu semangat mengikuti pelatihan walau pun awalnya sedikit kesusahan namun dengan semangat mereka dapat menyelesaikan karyanya, dan saya berharap setelah ini mereka bisa pulang membawa ilmu yang bermanfaat dan dapat mempraktekan sendiri”. harap Yemi.

Setelah pelatihan selesai pun para peserta diberikan akomodasi dan set peralatan dan perlengkapan membatik seperti kain, canting, kuas, kompor dan lain sebagainya, agar dapat langsung dipraktekkan di Desanya masing-masing.

(*)