Pemkab Lamteng Batasi Heuller Keliling, Pengusaha Menjerit

0
445
Mesin selep padi jalan. foto (ilustrasi)

 

Lampung Tengah, fajar-news.com– Pengusaha heuller keliling (mesin pengupas padi) di Kampung Jati Datar, Kecamatan Bandar Mataram menjerit.

Pasalnya, sejak dikeluarkannya surat himbauan bernomor : 700/163.A/kc.a.VIII. 28/2018 tentang Pembatasan Operasi Heuller Keliling di Kecamatan Bandar Mataram, kegiatan tersebut tidak lagi beroperasi, alias berhenti total.

“Sejak dikeluarkannya surat edaran tersebut heuller saya berhenti total, bagaimana saya mau cari makan, kalau begini terus,” keluh salah satu pengusaha heuller keliling.

Namun surat himbauan Pemerintah Daerah tersebut malah membawa sengsara para pengusaha padi. Salah satunya Parmin, yang mengeluhkan keberadaan heuller menetap yang berada sangat jauh dari tempat tinggalnya.

Jjangkauannya terlalu jauh heuller menetap itu, dari tempat saya ada 2 km lebih. Selain jauh jalannya jelek juga, sebenarnya dengan adanya heuller keliling kami merasa terbantu sekali,” ujar Parmin.

“Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk meninjau ulang surat edaran tersebut,” ujarnya.

Camat Bandarmataram, Rayendra Firasyad membenarkan terkait imbauan pembatasan operasi huller keliling kepada pengusaha di wilayahnya.

“Iya, himbauan ini menindaklanjuti Surat Edaran Sekretariat Daerah Lamteng No.700/1227/D b.VI/18/IX/2018, operasi usaha huller keliling dibatasi,” ungkapnya, Selasa (15/1/2019).

Rayendra menyatakan, sebagai Camat dirinya hanya menindaklanjuti keluhan pemilik usaha huller menetap, yang punya izin usaha.

“Kita tindaklanjuti keluhan pemilik usaha huller menetap yang punya izin usaha. Jika dibiarkan bisa tutup usaha huller menetap yang punya izin. Sebab, huller keliling tidak punya izin usaha,” kata dia.

Ditanya jumlah pengusaha huller menetap, kata Rayendar, ada sekitar 40-an.

“Di Kecamatan Bandarmataram ada sekitar 40-an. Tapi, tidak semua masih beroperasi. Paling hanya 15-an pabrik yang masih beroperasi,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lampung Tengah Adi Erlansyah menyatakan tidak ada izin usaha huller keliling.

“Nggak ada aturannya usaha huller keliling seperti itu. Usaha huller itu harus menetap. Dasar untuk menerbitkan izinnya seperti apa? Intinya kalau tidak ada izin, ya dilarang beroperasi,” tegasnya. (*)