Pemprov Lampung Gelar Doa Bersama Sambut Ramadhan Lewat Sistem Daring

0
12

Lampung Selatan, fajar-news.com – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung mengadakan dzikir dan doa bersama menyambut Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah (H). Kegiatan itu sekaligus menolak musibah pandemi Covid-19.

Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB yang dilakukan melalui metode dalam jaringan (daring), serta live streaming youtube Pemerintah Provinsi Lampung. Hal itu untuk tetap menjaga jarak fisik atau physical distancing.

Dzikir dan doa bersama dipandu Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Drs. KH. Basyaruddin Maisir dan diikuti oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung, Anggota Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, Ormas Islam, serta para ulama.

Di Lampung Selatan, kegiatan dzikir dan doa bersama diikuti Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, Kapolres AKBP Edie Purnomo, Kasdim 0421 Mayor Infantri Agus Waluyo, Ketua MUI, Ketua PCNU, Ketua Muhammadiyah, Ketua FKUB, Penjabat Sekretaris Daerah, Thamrin beserta sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Plt Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto bersama jajaran Forkopimda dan pejabat setempat mengikuti dzikir dan doa bersama sambut Ramadhan 1441 H.
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung, Ir. Arinal Djunaidi menjelaskan relevansi dan urgensi kegiatan itu. Menurut dia, dzikir dan doa bersama bertujuan untuk meminta perlindungan Allah SWT dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19 serta sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadhan 1441 H.

“Sebentar lagi memasuki Bulan Ramadhan. Sangat relevan kita menggelar dzikir dan doa bersama dengan ulama-ulama se-Provinsi Lampung. Meski melalui daring dengan kondisi terpisah, namun yakinlah Allah mendengar doa kita bersama,” ujar Arinal mengawali kegiatan tersebut.

Menurut Arinal, sikap tawakkal dalam menghadapi musibah pendemi Covid-19 adalah melakukan ikhtiar dengan tetap menjaga jarak fisik dan tetap di rumah saja adalah bagian dari upaya memutus mata rantai penularan virus korona.

Namun menurutnya, upaya itu saja tak cukup bagi umat yang beriman. Sebab senjata orang mukmin adalah doa. Karenanya, upaya akan maksimal manakala dipersenjatai dengan doa. Sehingga ikhtiar akan menghasilkan tujuan menghindar dari wabah manakala disertai dengan doa.

“Allah tidak akan memberi cobaan diluar kesanggupan hambanya. Kita semua berharap wabah ini segera pergi, begitu memasuki Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah kehidupan sudah kembali normal. Mari satukan hati dan bermunajat kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan dan ketegaran untuk menghadapi semua ini,” ucap Arinal. (Rm)

Komentar Pembaca