Polres Lamsel Amankan Baby Lobster Senilai Rp 10 M

0
164
Kapolres Lamsel AKBP M. Syarhan SIK, MH., saat menunjukan barang bukti hasil pencegahan penyelundupanbaby lobster di Mapolres Lamsel, Selasa (13/11). foto; Humas Polres Lamsel

Lamsel, fajar-news.com– Polres Lampung Selatan gagalkan penyelundupan baby lobster senilai Rp 10 M asal pulau Jawa di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) tepatnya di Kecamatan Penengahan, Senin (12/11) sekira pukul 18.00 WIB.

Dalam keterangan rilis Humas Polres Lamsel, selain mengamankan baby lobster berjumlah 70.950 ekor yang dikemas dalam kantong plastik dan didalam polipom/box tersebut Polres Lamsel juga mengamkan salah satu orang diduga pelaku penyelundupan baby lobster. Diperkirakan harga satuan baby lobster Rp 100-150 ribu per ekor.

Pengungkapan tersebut ketika petugas satuan reserse kriminal (Satreskrim) sedang melaksanakan tugas patroli rutin, guna mengatisipasi terjadinya kejahatan di wilayah hukum (wilkum) Polres Lamsel.

Menurut Kapolres Lamsel AKBP M. Syarhan SIK, MH., saat itu ada satu unit kendaraan roda empat yang di duga dan di curigai, sehingga petugas menghentikan laju kendaraan serta memeriksa mobil toyota avanza nopol T 1454 AF dan terdapat 18 box polipom yang berisikan 27 kantong plastik yang di dalamnya terdapat beby lobster.

“Beby lobster ini dari pulau Jawa rencananya mau dibawa ke pulau Sumatra yang di simpan dalam 486 plastik,” ujarnya, saat konferensi pers di lingkungan Mapolres, Selasa (13/11).

Pihaknya kini sedang melakukan pengembangan guna mengungkap peredaran beby lobster ini. Ia juga menjelaskan akan terus berupaya melakukan pencegahan serta bekerja sama dengan balai kartina untuk mengungkap peredaran baby lobster ini. “Alhamdulilah ini yang kedua kalinya dalam pengungkapan,” terang Kapolres.

Sementara itu Kepala Balai Karantina Bandar Lampung, Rusnanto mengatakan bahwa, terkait hal ini pihak karantina terus melakukan pengawasan sumberdaya ikan sesuai Peraturan Menteri Kelautan. Pihaknya juga sudah bekerjasama dengan Tim Polres Lamsel untuk melakukan pengawasan serta pemeriksaan terpadu di jalisum.

“Sumberdaya ikan atau udang, baby lobster merupakan kekayaan alam Indonesia, jika ini terus menerus di jual dengan tujuan seperti vietnam suatu saat ikan ini akan habis,” kata Rusnanto.

Lanjut kata dia, baby lobster hasil tangkapan ini rencananya akan dilepas di laut. “Baby Lobster ini akan di lepas liarkan di tempat yang sesuai dengan habitatnya, dan rencananya di Pantai Mutun, Pesawaran, secepatnya segera akan di lepas,’ tukasnya.

Penulis : Rayendra