SARASEHAN, Lampung Selatan Terima 106 Sapi Unggulan Australia

0
70

TANJUNG SARI – Kabupaten Lampung Selatan terima 106 ekor sapi yang diserahkan oleh Team Leader IACCB kepada Kelompok Tani di Desa Wawasan Kecamatan Tanjung Sari, Senin (30/9/2019).

Sebanyak 106 ekor sapi jenis Brahman Cross Australia diserahterimakan secara resmi oleh Program Indonesia Australia Commercial Cattle Breeding (IACCB) kepada 37 kelompok peternak yang tergabung dalam Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan (30/9). Ke-37 kelompok peternak yang beranggotakan 30 orang ini berasal dari Kecamatan Tanjung Sari dan Tanjung Bintang.

Serah terima secara resmi dilakukan oleh Strategic Advisor Program IACCB, Paul Boon kepada Ketua KPT Maju Sejahtera, Bapak Suhadi, dengan disaksikan oleh Bupati Lampung Selatan, Asisten Deputi Perikanan dan Peternakan Kementerian Koperasi dan UMKM, Perwakilan Bank Indonesia, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan.

Serah terima ini menandakan keberhasilan KPT Maju Sejahtera dalam menjalankan usaha pembiakan sapi komersial dalam kerja sama dengan Program IACCB selama 2,5 tahun. Sejak Bulan April 2017, KPT MS telah bergabung dalam program IACCB dan menerima 100 ekor sapi betina Brahman Cross (BX) dari Australia dan 6 ekor pejantan. Selain itu, Program IACCB juga memberikan pendampingan teknis dan berbagai pelatihan kepada para peternak yang tergabung dalam KPT Maju Sejahtera.

Hingga Bulan September 2019, para peternak KPT Maju Sejahtera (MS) telah berhasil menghasilkan 205 ekor anakan, dan kini sedang menanti kelahiran dari 60 ekor sapi betina yang sedang bunting. Dari 205 ekor pedet yang telah dihasilkan selama 2,5 tahun terakhir tersebut, KPT Maju Sejahtera telah berhasil menjual sebanyak 169 ekor pedet dengan total nilai penjualan sebesar Rp 1,7 Miliar.

Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyatakan kebanggaanya kepada para anggota KPT MS yang tidak saja berhasil mengembangbiakan sapi BX Australia, namun juga meningkatkan peluang mengembangkan populasi ternak sebesar 5 kali sehingga Lampung Selatan layak menjadi contoh bagi pengembangan perternakan nasional.

“Di tangan para peternak KPT MS, tidak saja indukan sapi BX dapat bunting hingga dua sampai tiga kali dengan jarak kelahiran relatif cepat, namun kemampuan manajemen yang sangat bagus juga berhasil menjadikan KPT MS salah satu Koperasi Ternak yang paling menguntungkan di Lampung Selatan,” ungkap Nanang.

“Oleh karena itu kami berharap konsep kerjasama yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Australia ini dapat terus di kembangkan dan diterapkan para kelompok-kelompok ternak lainnya,” tutur Nanang.

Strategic Advisor Program IACCB, Paul Boon mengatakan bahwa serah terima ini menandakan bahwa KPT MS telah siap menjalankan usaha pembiakan sapi komersial secara lebih mandiri.

“Dengan serah terima ini, Program IACCB secara resmi menyerahkan 100 ekor sapi BX betina dan 6 ekor pejantan kepada KPT MS. Selanjutnya, KPT MS memiliki hak kelola penuh atas ke-106 ekor sapi ini untuk dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan peternak dan juga peningkatan populasi sapi di Lampung Selatan, “ Ujarnya.

Lebih lanjut, Paul juga mengungkapkan bahwa KPT MS telah mengalami perkembangan yang sangat luar biasa dalam hal kemampuan pengelolaan sapi dan kelembagaan komersial.

“KPT MS telah melalui proses Commercial Viability Assessment (CVA) dan telah menunjukkan upaya yang baik dalam peningkatan produktivitas ternak, pengendalian biaya dan pengelolaan iklim usaha yang kondusif selama 2,5 tahun bekerja sama dengan Program IACCB.”, Ungkapnya.

Program IACCB adalah sebuah program di bawah naungan Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan Australia dalam Ketahanan Pangan pada Sektor Daging Merah dan Sapi (Indonesia Australia Partnership on Food Security in the Red Meat and Cattle Sector/Partnership). Melalui Partnership, Australia berkomitmen untuk membantu Indonesia hingga tahun 2023 dengan dana bantuan sebesar total AUD$ 60 juta.

Program IACCB bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi di Indonesia melalui perluasan industri pembiakan sapi potong dalam skala komersial di Indonesia. IACCB melakukannya melalui kemitraan dengan delapan proyek di lima provinsi di Indonesia, dan melakukan uji coba terhadap tiga model pembiakan sapi (1) Sistem Integrasi Sapi – Kelapa Sawit; (2) Penggembalaan Terbuka dan (3) Sistem Potong & Angkut pada Usaha Skala Kecil. (KMF)