Sekda Saipul Pimpin Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Perpanjangan Izin Operasional RSUD ZAPA

0
146

WaykananРUsai memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengembangan Kopi, Sekretaris Daerah Kabupaten  Saipul, S.Sos.,M.IP lanjut memimpin Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Perpanjangan Izin Operasional RSUD Zainal Abidin Pagar Alam Kabupaten Way Kanan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten setempat, Senin (28/01/2019).

Dari informasi yang diterima Dinas Komunikasi dan Informasi, pada rapat tersebut selain membahas mengenai percepatan perpanjangan izin operasional Rumah Sakit, juga membahas tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang akan diterapkan pada RSUD Zainal Abidin Pagar Alam yang baru.

Diketahui, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yaitu salah satu studi yang mengindentifikasi, memprediksi, menginterpretasi dan mengkomunikasikan pengaruh dari suatu kegiatan manusia terhadap lingkungan. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 dikenal istilah Analisis mengenai Dampak Lingkungan yang disingkat dengan AMDAL yang berarti hasil studi mengenai dampak penting suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup, yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan.

Sebelum melakukan kegiatan usaha, setiap rumah sakit wajib untuk mambuat AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) atau UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan) berdasarkan Peraturan Pemerintah No.27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

Izin Lingkungan adalah izin yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang wajib AMDAL atau UKL/UPL dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai prasyarat memperoleh izin usaha dan/atau kegiatan.

Dimana izin lingkungan diperoleh melalui tahapan kegiatan yaitu penyusunan AMDAL dan UKL/UPL, penilaian AMDAL dan pemeriksaan UKL/UPL, dan permohonan dan penerbitan Izin Lingkungan

Dokumen AMDAL merupakan instrumen pengelola lingkungan yang wajib disusun oleh penyelenggara kegiatan/usaha yang melakukan kegiatan/usaha yang termasuk dalam daftar wajib AMDAL, seperti diatur pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.05 thn 2012 ttg Jenis Rencana Usaha Dan Atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi AMDAL.

Rumah sakit yang berukuran besar (luas bangunan > 10.000 m2) tergolong dalam wajib AMDAL. Sehingga dalam proses perencanan pembangunan atau pengembangan bangunan baru rumah sakit harus melakukan pengurusan perizinan AMDAL.

Dengan menerapkan AMDAL pada sebuah rumah sakit, maka akan didapat manfaat yaitu dapat mengetahui adanya dampak suatu kegiatan terhadap kualitas lingkungan hidup yang melampaui ambang batas yang telah ditetapkan ataupun yang tidak dapat ditolerir serta membahayakan kesehatan dan keselamatan manusia, mengetahui adanya dampak suatu rencana kegiatan terhadap kegiatan lainnya yang dapat menimbulkan pertentangan, memberikan masukan bagi studi kelayakan teknis dan kelayakan ekonomi sehingga dapat dilakukan optimasi, terutama dalam rangka mengendalikan dampak negatif dan mengembangkan dampak positifnya.

Selanjutnya, memberikan informasi sejauh mana keadaan lingkungan dapat menunjang perwujudan suatu rencana kegiatan, terutama informasi tentang sumber daya yang diperlukan bagi kegiatan tersebut, seperti energi, tenaga manusia, sarana dan prasarana angkutan dan sebagainya. pelaksanaan upaya pengelolaan lingkungan berdasarkan hasil pendugaan dan evaluasi dampak lingkungan yang dilakukan dalam proses penyusunan AMDAL serta pelaksanaan pemantauan lingkungan yang diperlukan bagi penilaian ataupun pengawasan pelaksana pengelolaan lingkungan juga sangat diperlukan dalam pengoperasionalisasi sebuah Rumah Sakit.

(*)