Sidak di Metro, Tim Penegak Perda Temukan Rumah Jadi Hotel

0
106

Metro, fajar-news .com Diduga terkait izin bangunan Rumah ternyata di pergunakan untuk mendirikan Hotel, oleh sebab itu Tim gabungan penegakan peraturan daerah (Perda) Kota Metro melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada bangunan rumah yang “disulap” menjadi bangunan hotel di jalan Sutan Sahrier, Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro.

Maka selaku Kasi Penegakan Perda Satpol-PP Kota Metro, Yosep Nanotaek mengatakan sidak yang dilakukan jajarannya beserta Dinas PUTR, kota metro serta Dinas PTSP untuk melihat kelengkapan dokumen perizinan pihak pengelola pembangunan hotel mulai di dirikan oleh pemiliknya.

Sidak itu hanya untuk memastikan dokumen IMB YangTernyata pengelola hanya memiliki IMB bangunan rumah hunian pribadi bukan IMB perhotelan. Jadi kami beri saran dan teguran untuk segera melengkapi IMB perhotelannya,” kata Yosep mewakili Kasat Pol-PP Kota Metro, Imron Roni Rabu (3-2-2021).

Menurut dia, sidak ini dilakukan guna untuk menindaklanjuti adanya laporan warga yang terkait proses pembangunan perhotelan diduga ada yang tidak benar dalam administrasi perizinanya.

Karena Ada laporan warga terkait proses pembangunan rumah tempat tinggal menjadi bangunan hotel, makanya kami sidak. Ternyata benar, mereka hanya memiliki IMB atas bangunan rumah hunian pribadi, ujarnya.

Lanjutnya, saat ini pemilik bangunan tengah melakukan proses kelengkapan administrasi IMB perhotelan di Dinas PTSP Kota Metro.

Bangunan untuk saat ini sesuai dengan IMB karena diperuntukan rumah tempat tinggal. Sementara, pemilik juga ingin merubah IMB rumah tempat tinggal menjadi hotel. Tapi masih proses, tambahnya.

Dia mengimbau kepada pemilik bangunan tersebut untuk segera melengkapi perizinan IMB sesuai bangunan dan keperuntukannya.

Harus di sesuaikan IMB, kalau tidak maka ada sanksi tegas sesuai Perda yang berlaku, tegasnya.

Sedangkan Sekretaris pengelola pembangunan tersebut, Sofi mengaku telah mengusulkan kelengkapan perizinan bangunan tersebut kepada pihak terkait tapi belum kelar ungkapnya. (Syafrin)