Soroti Buangan Limbah

0
88

LAMPUNG SELATAN – Menanggapi keluhan masyarakat Kampung Tempel, Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Akbar Gemilang, soroti pembuangan limbah PLTU Tarahan Unit 34.

Akbar mengatakan, masyarakat setempat mengeluhkan soal limbah perusahaan berupa debu batubara. Debu tersebut mempolusi udara lingkungan disekitarnya.

“Laporan yang saya terima dari masyarakat, ketika itu ada sejumlah warga Kampung Tempel yang menyampaikan pengaduannya secara langsung kerumah, banyak yang mengeluhkan limbah PLTU berupa debu batubara. Masyarakat rata-rata mengeluhkan dampak kesehatan akibat polusi debu tersebut,” jelas Akbar Gemilang kepada Koran Editor, melalui sambungan telepon, Minggu (24/2) malam.

Politisi partai Golkar itu menjelaskan, masyarakat Kampung Tempel yang terdampak debu batubara, menuntut tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam bentuk uang kesehatan.

“Iya, semuanya meminta uang kesehatan kepada perusahaan,” kata dia.

Ketika dicecar pertanyaan, apakah dirinya akan mendukung masyarakat memperoleh uang kesehatan dari PLTU Tarahan? Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Lamsel ini menjawab diplomatis. Menurut dia, hal ini, sudah dikoordinasikan dengan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) setempat.

“DPRD ini kan tugasnya menampung aspirasi masyarakat dan menjadi perpanjangan tangan masyarakat untuk menyampaikan suara-suara tersebut kepada Pemerintah Daerah,” terangnya.

“Uang kesehatan itu tidak dapat diberikan oleh PLTU Tarahan. Karena bertentangan dengan laporan keuangan perusahaan. Perusahaan tetap akan memberikan tanggung jawab sosial dalam bentuk lain. Misal, melalui program kesehatan untuk masyarakat disekitarnya,” lanjut mantan Ketua BPC Hipmi Lamsel ini.

Akbar menuturkan, persoalan limbah debu batubara PLTU Tarahan sudah ditangani oleh BLHD Lamsel. Namun, hingga saat ini belum mencapai titik temu.

“BLHD sudah kerja kok, sudah dua kali turun ke lokasi. Bahkan, menurut penuturan Kepala BLHD, Pak Thamrin, dalam waktu dekat akan diterjunkan tim lagi untuk menangani hal itu,” bebernya.

Sayangnya, Kepala BLHD Lamsel, Thamrin, S.Sos., M.M., belum dapat dikonfirmasi. Hingga berita ini diturunkan, pria berkumis itu tidak menanggapi telepon, pesan singkat dan chat via WhatsApp yang dikirim wartawan Koran ini.