Soroti Tingkat Buta Aksara

0
63

LAMPUNG SELATAN – Masih terdapatnya 1,41 persen penduduk laki-laki dan 4,47 penduduk perempuan di Lampung Selatan (Lamsel) yang masih menyandang predikat buta aksara, menjadi perhatian khusus Komisi D DPRD setempat.

Dikatakan Wakil Ketua Komisi D DPRD Lamsel, Mohammad Akyas, dirinya sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Sebab, masalah buta aksara sangat terkait dengan kemiskinan, keterbelakangan dan ketidakberdayaan masyarakat.

“Melek huruf merupakan dasar pengetahuan bagi manusia. Dengan membaca, manusia dapat meningkatkan kualitas dirinya. Tapi bagaimana kalau kondisinya seperti ini? Masih terdapat penduduk yang sampai sekarang masih buta aksara. Terlebih, saat ini manusia telah memasuki era informasi,” ungkapnya.

“Fenomena globalisasi yang terjadi saat ini mengalami akselerasi yang begitu cepat. Salah satunya dampak dari penerapan masyarakat berteknologi tinggi. Yang menyebabkan manusia tergiring pada pola interaksi yang sangat cepat,” tambah dia.

Lanjut Akyas, apabila kondisi tersebut dibiarkan begitu saja, maka akan berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di Lamsel. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel melalui instansi terkait, harus segera mengatasi masalah ini.

“Pastinya harus segera dientaskan masalah penduduk yang masih buta aksara itu. Karena, hal ini berpengaruh sebagai indikator keberhasilan program pemerintah daerah dalam mensejahterakan masyarakatnya,” jelasnya.

Akyas menerangkan, untuk merealisasikan pemberantasan buta aksara, Pemerintah dapat bekerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan cara kerja sosial yang strategis, sistematis dan berkelanjutan.

“Untuk itu, kita pun harus sadar. Bahwa dalam hal memberantas buta aksara itu merupakan tanggung jawab bersama. Tentunya, masyarakat juga harus mempunyai kemauan untuk keluar dari lingkaran buta huruf yang menyengsarakan,” pungkas dia.