Tersangka saat diamankan di Polsek Gading Rejo

0
96

PRINGSEWU, fajar-news.com– Setelah 4 bulan buron melarikan diri, MSN (44) warga kecamatan Gadingrejo, kabupaten Pringsewu, seorang tidak pidana pencabulan anak dibawah umur akhirnya berhasil ditangkap Polsek Gading Rejo Polres Tanggamus.

Mirisnya, tersangka yang masih pamannya itu tega mencabuli korban yang tak lain adalah keponakan istrinya ST (14) dilakukan dirumah nenek korban sekitar awal Juni 2018 ketika istrinya tidur.

Namun korban tidak dapat berbuat banyak sebab ancaman pembunuhan dari tersangka sehingga kala itu tersangka bebas mencabulinya menggunakan tangan.

Tidak behenti sampai disitu, tersangka memanfaatkan ketakutan korban, tercatak 2 kali menggerayangi korban dan 1 kali mencabulinya sehingga membuat korban trauma bahkan korban sempat meninggalkan rumah neneknya karena tidak tahan atas ancaman tersangka.

Beruntung ayah korban segera tanggap dan menanyainya sehingga korban menceritakan kejadian yang menimpanya, berbekal itu, diantar petugas kemudian melakukan visum dan melaporkan ke Polsek Gading Rejo.

Kala itu, rupanya tersangka mengetahui ayah korban melapor sehingga tersangka melarikan diri ke wilayah Ulu Belu Tanggamus dan Lampung Barat.

Kapolsek Gadingrejo Polres Tanggamus, AKP Sarwani mengatakan, tersangka ditangkap berdasarkan laporan orang tua korban tanggal 29 Juni 2018.

“Tersangka MSN berhasil ditangkap dikediamnya pada Kamis (15/11) sekitar pukul 14.00 Wib,” kata AKP Sarwani mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si, Sabtu (17/11/18) siang.

Lanjutnya, penangkapan terhadap tersangka saat dia sudah pulang ke rumahnya selama 3 hari, sebab Setelah pelaku mengetahui korban dan keluarganya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Gadingrejo. Pelaku lebih kurang 4 Bulan melarikan diri ke Ulubelu Tanggamus dan Pekon Suoh Liwa Kabupaten Lampung Barat.

AKP Sarwani menjelaskan, kronologis tersangka MSN mencabuli TS sebanyak tiga kali di rumah orang tua korban pada awal bulan Juni 2018 lalu. Sehingga, pada tanggal 22 Juni 2018 sekira pukul 18.00 wib korban bercerita kepada ayah kandung dan ibu tirinya.

“Bahkan saat korban dicabuli, ia diancam dibunuh oleh tersangka jika korban mengatakan kejadian tersebut kepada ayah kandungnya. Setelah kejadian itu korban mengalami trauma sering melamun dan merasakan sakit di alat kelaminnya,”ujarnya.

Saat ini tersangka diamankan di Mapolsek Gadingrejo guna dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 76 D Jo pasal 81 ayat (1) dan atau pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 76 E Jo pasal 82 ayat (1) UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.

Sementara itu, tersangka saat dimintai keterangan mengkui semua perbuatannya, ia mengaku tidak dapat menahan hasrat karena bentuk tubuh keponakannya sebab istrinya waktu itu sedang hamil empat bulan.

“Benar pak saya ancam dia, karena saya sedang berhasrat saat itu istri saya sedang hamil anak kelima,” ucap tersangka bertubuh kecil itu di Polsek Gading Rejo. (*)