Transparansi Keuangan Desa Labuhan Ratu Pasar dikeluhkan warga

0
64

Lampung Utara fajar-news.com – Terdapat sejumlah permasalahan terkait pengelolaan Anggaran Dana Desa Labuhan Ratu Pasar Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara, Seperti halnya keluhan sejumlah warga desa tersebut.Berdasarkan penuturan anggota Lembaga Perwakilan Masyarakat (LPM) menjelaskan bahwa Kepala Desa diduga tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa.”jangankan untuk tahu anggaran desa dan peruntukan nya bahkan 2020 lalu seluruh aparat desa dipotong honornya sebesar Rp 300 ribu dengan alasan untuk pembuatan seragam namun sampai saat belum terealisasi” jelas Kandar selaku anggota LPMKetika ditanya apakah ada perbaikan untuk sarana ibadah ditahun 2020 karena menurut data dari Kementerian Desa melalui APBDes, Labuhan Ratu Pasar menganggarkan dana sebesar Rp 24,2 juta.”setahu saya itu tidak ada, tapi kalo sumbangan atas nama pribadi pernah Rp 1 juta ke Masjid yang dibangun” pungkas KandarSenada halnya dengan salah satu pemangku (tokoh agama Hindu) didesa tersebut tidak pernah ada bantuan rumah ibadah melalui DD tahun 2020.”untuk sarana ibadah kami belum ada bantuan melalui DD, bahkan honor kami pemangku hanya 2 orang yang diberikan dari 3 orang pemangku di desa ini sebesar Rp 600 ribu per tahun” imbuh Ketut Budiante selaku pemangkuNamun hal tersebut berbeda dengan keterangan Sekretaris Desa, Maskur menyebutkan bahwa honor untuk pemangku dan guru ngaji sebanyak 6 orang dan masing-masing menerima honor Rp 350 ribu setiap bulan.”honor guru ngaji dan pemangku itu Rp 350 ribu setiap bulan dan diberikan satu tahun sekali” jelas MaskurDia juga mengatakan bahwa terkait pemotongan honor aparatur desa sebesar Rp 300 ribu hanya sebatas wacana dan belum dilakukan.Selain itu sebagian warga penerima BLT-DD pernah keluhkan bahwa pembayaran satu bulan BLT-DD tahun anggaran 2020 baru terbayar di bulan April 2021.”memang boleh bang, BLT itu kan harusnya tahun kemaren kami terima sedangkan baru dibayar pada bulan ini” jelas MasyarakatDan penyaluran BLT DD tahun 2021 didesa tersebut selama satu bulan juga belum tersalurkan, padahal kegiatan Insfratruktur Desa telah mulai dilakukan dengan penumpukan material Lapen jalan desa sepanjang 600 M namun juga tidak dilengkapi dengan papan proyek.”kalo BLT-DD 2021 kami belum ngambil tahap pertama, kalo yang tahun kemaren memang sengaja buat persiapan puasa ini” jelas Maskur selaku sekdes, Jum’at (23/04/2021)Sam)